Babak Belur Dipukuli Warga di Depok, Pelaku Mengaku Dua Kali Cabuli Balita Anak Majikannya

Pengakuan ini disampaikan BR saat Ketua RT setempat Djahrudin (58) bertanya kepada pelaku usai babak belur dipukuli warga yang marah.

Babak Belur Dipukuli Warga di Depok, Pelaku Mengaku Dua Kali Cabuli Balita Anak Majikannya
Kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DEPOK - BR (15) tersangka pencabulan Z (3) yang merupakan anak majikannya sendiri mengaku sudah dua kali mencabuli buah hati UN (31) dan NH (25).

Pengakuan ini disampaikan BR saat Ketua RT setempat Djahrudin (58) bertanya kepada pelaku usai babak belur dipukuli warga yang marah.

"Pengakuan dia sudah dua kali melakukan, tapi enggak tahu kapan yang pertama. Pokoknya dia mengaku semuanya dilakukan di kontrakan orangtua korban. Mereka tinggal bareng, baru dua bulan tinggal di sini," kata Djahrudin di Tapos, Depok, Kamis (11/10/2018).

BR yang dibawa oleh orangtua korban karena masih satu kampung di Mandaling, Sumatera Utara itu merupakan pegawai warung kelontong milik UN dan NH.

Ketua RT Djahrudin (58) saat ditemui di kediamannya, Tapos, Depok, Kamis (11/10/2018). 
Ketua RT Djahrudin (58) saat ditemui di kediamannya, Tapos, Depok, Kamis (11/10/2018).  (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Dari penuturan seorang warga yang turut mendampingi korban dan pihak keluarga menjalani visum di RS Polri Keramat Jati, Djahrudin menyebut selaput dara Z tidak robek.

"Mereka tinggal bareng, satu kampung. Dibawa sebagai anak asuh lah, kalau secara kerja dia pegawai warung. Kata warga yang ikut ke RS sih selaput dara korban enggak robek," ujarnya.

BR hendak mencabuli Z pada Selasa (9/10) pukul 20.30 WIB saat korban sedang terlelap di kamar orangtua korban yang terletak sebelah dapur.

Aksinya dipergoki oleh ibu korban, NH yang hendak menyimpan uang di kamar lalu berteriak memanggil UN untuk menghentikan perbuatan BR.

"Pelaku ke dapur karena bikin kopi untuk dirinya sendiri. Tapi pas lihat korban tidur dia masuk ke kamar terus mau mencabuli korban. Ketahuan sama ibu korban pas mau nyimpen uang. Teriak lah ibunya manggil suami. Sempat dipukulin sama orangtua dan warga yang marah," katanya.

BR sendiri kini sudah mendekam di tahanan Mapolresta Depok dan sedang menjalani pemeriksaan oleh Unit PPA Polresta Depok.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help