Bisa Tersangkut, Truk Kontainer Dilarang Lewat Bawah Tol JORR Kalimalang

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi belum lama ini menetapkan manajemen rekayasa lalu lintas di Jalan KH Noer Kalimalang Bekasi.

Bisa Tersangkut, Truk Kontainer Dilarang Lewat Bawah Tol JORR Kalimalang
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Palang pemberitahuan kendaraan over dimensi di Jalan KH Noer Ali Kalimalang arah Jakarta 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi belum lama ini menetapkan manajemen rekayasa lalu lintas di Jalan KH Noer Ali Kalimalang Bekasi.

Rekayasa lalu lintas itu meliputi mengoptimalkan jalur sisi selatan Kalimalang untuk kendaraan ke arah Jakarta. Kemudian jalur sisi utara khusus untuk kendaraan ke arah Bekasi.

Pada sisi jalur selatan, Dishub memasang palang ketinggian maksimal untuk kendaraan yang dapat melintas, sebab ada bagian dimana tepat di kolong tol JORR, ketinggian maksimal kendaraan yang bisa melintas yakni di bawa 3,8 meter.

"Kontainer tidak bisa lewat, dia wajib lewat tol (Becakayu) untuk ke arah Jakarta, karena di bawah JORR itu bahaya, kalau dia sampai nyangkut nariknya gimana, kan gak bisa, sulit," kata Johan Budi Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Kamis (11/10/2018).

Sejauh ini kata dia, aturan itu berjalan efektif, pihaknya juga telah memasang rambu peringatan berupa palang di radius sekitar 200 meter sebelum kolong jembatan tol JORR.

"Sejauh ini efektif, selain khawatir nyangkut, kendaraan besar juga mengurangi beban di jalur arteri, karena jalur sisi selatan juga belum sepenuhnya dibebasakan, masih ada penyempitan," jelas dia.

Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Kalimalang Bikin Macet, Masih Banyak Pengendara Lawan Arus

Polisi Amankan 3 Gangster Pemicu Tawuran di Kalimalang

Ketika ditanya terkait larangan seluruh kendaraan melintas di jalur arteri Kalimalang Jakarta, kemudian diarahkan melintas di Jalan tol Becakayu, pihaknya mengaku tidak punya kuasa mengeluarkan peraturan tersebut.

"Jadi prinsip kita tetap manjemen lalu lintas, menghilangkan konflik atau hambatan, jadi kendaraan kalau kasarnya padat yang penting bisa bergerak, dan namanya ada pembanguna wajarlah, lain kalau tidak ada pembangunan kita gak melakukan apa," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved