Kebijakan Ganjil Genap

Kaji Perluasan Ganjil-Genap, Anies Sebut Keuntungan Pengusaha Mobil Bekas Naik 15 Persen

"Kemarin malam udah diskusi, insya Allah hari ini saya dapat laporannya," ujar Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Kaji Perluasan Ganjil-Genap, Anies Sebut Keuntungan Pengusaha Mobil Bekas Naik 15 Persen
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) di Balai Kota DKI Jakarta. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih mengkaji terkait penerapan sistem perluasan ganjil-genap yang diusulkan untuk di permanenkan.

Sejauh ini, karena dinilai positif sejumlah masyarakat mengusulkan agar perluasan ganjil-genap tersebut dilanjutkan saja meski Asian Para Games 2018 usai.

"Kemarin malam udah diskusi, insya Allah hari ini saya dapat laporannya," ujar Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Pemprov DKI Jakarta berencana mengkaji secara matang mengenai kebijakan tersebut. Sebab, menurut Anies hal ini bukan hanya sekedar persoalan efektif kurangi macet atau tidak.

Melainkan juga berfokus kepada peningkatan penggunaan kendaraan umum di lingkungan masyarakat.

"Jadi concern saya itu adalah bagaimana lebih banyak warga Jakarta yang gunakan kendaraan umum. Karena itu kami mendorongnya solusinya lewat kendaraan umum, bukan solusi lewat rekayasa lalin," kata Anies.

Diketahui, Anies menuturkan bahwa dirinya telah menerima laporan dari para penjual mobil bekas.

Dengan adanya penerapan sistem ganjil-genap selama beberapa bulan terakhir, Anies mengatakan bahwa penjualan para pengusaha mobil bekas justru meningkat sebanyak 15 persen.

Kena Tilang, Wanita Ini Tak Tahu Ganjil Genap di Jalan Benyamin Sueb karena Baru dari Malaysia

Pengendara Banyak Melanggar Ganjil Genap Jalan Benyamin Sueb Jakarta Utara

Hal ini yang menjadi kekhawatiran Anies terkait kebijakan tersebut apabila ditetapkan menjadi permanen.

"Karena rekayasa lalu lintas efektif kalau jumlah mobilnya tidak bertambah. Begitu ada rekayasa lalin lalu jumlah mobilnya meningkat secara luar biasa , rekayasa itu tidak lagi efektif. Saya lebih cenderung pada kendaraan umum. Kita dorong programnya di situ," katanya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved