Lurah Pekojan Berharap Tukang Becak Punya BPJS Ketenagakerjaan

Lurah Pekojan, Tri Prasetya Utomo tengah gencar mengupayakan para tukang becak yang beroperasi di wilayahnya agar dapat memiliki BPJS Ketenagakerjaan.

Lurah Pekojan Berharap Tukang Becak Punya BPJS Ketenagakerjaan
TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah
Para tukang becak yang sedang mangkal di shelter becak Pasar Pejagalan, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Lurah Pekojan, Tri Prasetya Utomo tengah gencar mengupayakan para tukang becak yang beroperasi di wilayahnya agar dapat memiliki BPJS Ketenagakerjaan.

Hal itu dilakukan sebagai langkah untuk memberikan sejumlah jaminan, terutama kecelakaan kerja bagi para tukang becak saat sedang beroperasi.

Ia mengatakan pihaknya sudah mengambil langkah langsung dengan menghubungi pihak BPJS.

"Ini BPJS lagi saya tungguin, sedang di koordinasikan. Sudah ada sinyal lampu hijau dari BPJS Jakarta Barat," kata Tri saat dihubungi, Kamis (11/10/2018).

Tri mengatakan, nantinya sebanyak 32 orang tukang becak yang berada di Kelurahan Pekojan bakal didata untuk seterusnya diupayakan mendapat BPJS Ketenagakerjaan.

"Prinsipnya BPJS mencoba dan mau didorong supaya bisa keluar BPJS Ketenagakerjaannya," ujar Tri.

"Kalau BPJS Kesehatan rata-rata mereka punya. Ada sekitar 32 tukang becak, yang di Pasar Pejagalan 20 dan di Bandengan flyover ada 12," sambung Tri.

Tri menambahkan pihaknya hanya sebatas mengupayakan para tukang becak miliki BPJS Ketenagakerjaan.

"Selanjutnya tinggal penarik becaknya nanti rutin bayarnya," ucap Tri.

Menaggapi hal itu, mayoritas tukang becak yang berada di Pasar Pejagalan, Pekojan mengaku belum tahu mengani wacana BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

"Belum tahu, tapi kalau bagus juga kalau memang bisa," ujar Sasmadi.

Video Pemakaman Pemilik Roti Bakar Eddy di TPU Jeruk Purut Jakarta Selatan

Besok Rusunami DP 0 Persen Klapa Village Mulai Dilaunching

OK Otrip Berganti Nama Jak Lingko, Sandiaga Uno Beri Respon Begini

Painu, tukang becak lainnya justru mengkhawatirkan akan iuran yang nantinya harus rutin dibayarkan oleh para tukang becak.

"Paling iurannya itu nanti lihat dulu, disosialisasikan begitu, berat atau tidaknya buat tukang becak," katanya.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help