Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Kalimalang Bikin Macet, Masih Banyak Pengendara Lawan Arus

Dinas Perhubungan Kota Bekasi sejak Sabtu (8/10/2018) merekayasa lalu lintas di sepanjang Jalan KH Noer Ali atau jalur Kalimalang, Bekasi Selatan.

Rekayasa Lalu Lintas di Jalur Kalimalang Bikin Macet, Masih Banyak Pengendara Lawan Arus
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Arus lalu lintas di sepanjang Jalan KH Noer Ali Kalimalang pascarekayasa lalu lintas oleh Dishub Kota Bekasi, Kamis (11/10/2018), membuat kemacetan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Perhubungan Kota Bekasi sejak Sabtu (8/10/2018) merekayasa lalu lintas di sepanjang Jalan KH Noer Ali atau jalur Kalimalang, Bekasi Selatan.

Rekayasa ini menyusul adanya proyek pembangunan piercap di depan Jembatan VI untuk kebutuhan proyek tol Becakayu.

"Arus lalin yang biasa menggunakan Jembatan VI harus dialihkan, seperti kendaraan dari Galaxy yang ke Bekasi biasanya berputar di Jembatan VI kini dialihkan harus berputar di jembatan terdekat yaitu jembatan simpang Caman," kata Johan Budi Gunawan, Kamis (11/10/2018).

Terkait kemacetan yang ditimbulkan akibat rekayasa lalin tersebut karena masih ada kendaraan terutama roda dua yang melawan arah.

Banyak ditemukan di Simpang Caman kendaraan roda dua datang dari arah Caman ingin ke arah Bekasi seharusnya berputar terlebih dahulu ke jembatan IV, tapi realitanya masih banyak kendaraan yang memotong jalur, mereka melawan arah dengan memaksa mengambil langsung ke arah kanan.

Pengalihan arus lalu lintas di sepanjang Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Bekasi, Kamis (11/10/2018).
Pengalihan arus lalu lintas di sepanjang Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Bekasi, Kamis (11/10/2018). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

"Hal yg menghambat adalah masih adanya pengemudi roda dua yang ambil jalur melawan arah dan memotong jalan," jelas dia.

Pihaknya sejauh ini telah menempatkan petugas Dishub yang berjaga di sepanjang jalur Kalimalang. Ada sedikitnya 80 perosnel yang disebar di setiap simpang jalan dari mulai depan Mal Metropolitan hingga Sumber Arta.

Kata dia, perilaku berkendaraan yang tidak mau ikut aturan sulit dikontrol, pengedaran motor yang bandel bahkan kerap menyebrang melalui jembatan-jembatan kecil yang seharusnya untuk pejalan kaki.

"Yang paling penting kami mohon kesadaran khusus ke pengendara roda dua agar tidak melawan arus atau memotong jembatan penghubung yang akhirnya menimbulkan antrian kendaraan dibelakangnya," ungkap Johan.

Dia juga tidak menampik, setiap ada pembangunan pasti menimbulkan kemacetan, untuk itu dia meminta pihak Becakayu agar secepatnya melakuka pembebasan lahan.

"Yang pasti Dishub akan terus meminta pihak Becakayu untuk segera merealisasikan pembebasan lahan disamping ramp on Galaxy sebagai kompensasi lahan yg digunakan agar tidak ada lagi penyempitan di area tersebut" jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help