Uji Coba Sejak Januari 2018, Ternyata Penumpang Masih Sering Salah Naik Angkot OK OTrip

uji coba angkutan kota (angkot) OK Otrip sudah dilakukan sejak 15 Januari 2018, masih saja ada penumpang yang salah naik angkot

Uji Coba Sejak Januari 2018, Ternyata Penumpang Masih Sering Salah Naik Angkot OK OTrip
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Ahmad Safei (41), sopir angkot OK 15 di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Meski uji coba angkutan kota (angkot) OK Otrip sudah dilakukan sejak 15 Januari 2018 dan mulai diterapkan pada 1 Oktober 2018 lalu, masih saja ada penumpang yang salah naik angkot.

Hal itu diungkapkan sopir angkot OK Otrip yang beroperasi di Jakarta Utara.

Sabar Tambunan (48), sopir angkot OK 29 jurusan Gading Orchard-Tanjung Priok mengatakan, penumpang yang ia temui dalam trayeknya masih ada yang belum tahu soal program Pemprov DKI Jakarta itu.

Sabar mengungkapkan, masih banyak penumpang yang menganggap semua angkot sama saja.

"Banyak sekali yang masih salah naik," kata Sabar ketika ditemui TribunJakarta.com, Kamis (11/10/2018).

Sabar menuturkan, apabila dirinya menemui penumpang yang salah naik, ia biasanya langsung mensosialisasikan soal OK Otrip.

Sabar juga tak segan-segan memberikan saran bagi para penumpangnya untuk segera membeli kartu OK Otrip.

"Kita sosialisasikan, misalnya kadang-kadang saya bilangin 'harus beli kartu ya, Bu'. Tapi tetap kita tidak pungut biaya. Misalnya dia naik dari bus stop terus salah nggak punya kartu, tetap kita nggak pungut biaya," ungkap Sabar di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sopir angkot lainnya Ahmad Safei (41) mengatakan, penumpang masih salah naik angkot lantaran stiker OK Otrip yang terpasang di kaca dan badan angkot sering diabaikan.

Sopir Angkot di Terminal Tanjung Priok Belum Tahu OK Otrip Diganti Jadi Jak-Lingko

OK Otrip Berganti Nama Jak Lingko, Begini Penjelasan Gubernur Anies

6 Bulan Beroperasi, Ini Kekurangan dan Kelebihan Angkot Ok Otrip Lebak Bulus-Pondok Labu

"Kadang sering salah naik. Kan ini kita jurusannya Bulak Turi. Kalo kita kan ke arah Cakung, bukan ke arah Gading Orchard. Karena kan stikernya beda. Udah gitu kurang gede stikernya," kata sopir angkot OK 15 dengan trayek Bulak Turi-Tanjung Priok tersebut.

Sama seperti Sabar, Ahmad seringkali menginformasikan kepada penumpangnya soal OK Otrip.

Hal itu lantaran dirinya mendukung program pemerintah tersebut yang dianggapnya menguntungkan sopir angkot dan penumpang.

"Kita sosialisasi aja ngasih tau bahwa ini OK Otrip masih promosi, masih uji coba, jadi gratis. Yang penting ibu nanti beli kartu ya biar jalan programnya," ujar Ahmad.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help