Warga Tidak Kenal, Pekerja Telepon Seks di Tangerang Dikenal Tertutup

Enam tersangka bisnis telepon seks dikenal sangat tertutup dan tidak pernah bergaul dengan penghuni ruko lainnya di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang

Warga Tidak Kenal, Pekerja Telepon Seks di Tangerang Dikenal Tertutup
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Ruko Mutiara Karawaci Blok D26, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA DUA - Para enam tersangka yang bekerja di perusahaan telepon seks dikenal sangat tertutup dan tidak pernah bergaul dengan penghuni ruko lainnya.

Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota pada 28 Spetember 2018, berhasil mengungkap bisnis haram tersebut telah beroperasi lebih dari satu tahun melayani pria hidung belang melalui sambungan telepon.

Mereka beroperasi 24 jam di Ruko Mutiara Karawaci Blok D26, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang dengan menyebarkan pesan singkat ke ribuan nomor.

Pesan singkat tersebut berisi ajakan untuk melakukan telepon seks kepada korbannya.

Saat ditemui di lokasi kantor mereka, para penghuni ruko dekat kantor esek-esek tersebut mengaku tidak mengenal para karyawan dan tidak mengetahui bisnis yang mereka jalankan.

"Jarang juga sih ketemu, gak pernah ngobrol dan mereka kan shift sistem kerjanya jadi gak tentu juga orangnya pas ketemu. Ya gak pernah bergaul lah," terang Nunik seorang penjual makanan tepat di seberang ruko esek-esek, Kabupaten Tangerang, Kamis (11/10/2018).

Ia juga mengaku, bahwa kerja mereka sistem shift dan buka selama 24 jam sehingga warga sekitar pun percaya mereka adalah Telkom Call Center.

"Jarang banget lah pokoknya berinteraksi paling pesen makan aja terus ke dalam," sambung Nunik.

Bermodus Kantor Telkom Call Center, Satpam Ruko Lokasi Bisnis Telepon Seks di Tangerang Kaget

Sederet Fakta Terbongkarnya Jasa Telepon Seks di Tangerang: Gaji Operator Hingga Bos Korea

Jaringan Prostitusi Telepon Seks Tangerang Terbongkar Gara-gara Salah Kirim SMS ke Polisi

Mereka pun kaget dan belum tahu bahwa ruko tersebut ditutup karena mejalankan bisnis esek-esek bermodus telepon menggunakan nomor premium 0809.

Mita, seorang warga yang selalu menghabiskan waktu berolahraga di ruko tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa ruko tersebut adalah ruko prositusi telepon.

Padahal, setiap akhir pekan ia selaku berolahraga melewati ruko yang kini sudah dipasang garis polisi.

"Padahal saya tiap weekend (akhir pekan) ke sini untuk olahraga, gak tahu ternyata ini dalamanya begituan. Beneran soalnya dari luar gak keliatan kayak gitu," jelas Mita.

Mereka mengambil untung dari menyedot pulsa korbannya sekira Rr 100 ribu dengan durasi kurang dari satu menit dan dapat meraup untung Rp 150 juta hingga Rp 300 juta perbulannya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved