Pilpres 2019

Harga Nasi Ayam Singapura Versi Sandiaga Uno Lebih Murah, Begini Reaksi Timses Jokowi

Sandiaga Uno mengatakan harga makanan di Singapura lebih mahal dibandingkan Jakarta. Tim kampanye Jokowi-Maruf ungkap data ini.

Harga Nasi Ayam Singapura Versi Sandiaga Uno Lebih Murah, Begini Reaksi Timses Jokowi
Tangkapan layar YouTube Najwa Shihab
Rahayu Saraswati dari tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno (kiri) dan Irma Suryani dari tim kampanye Jokowi-Maruf Amin (kanan) dalam diskusi Mata Najwa, Rabu (11/10/2018). 

Najwa Shihab mempersilakan kubu Jokowi-Ma'ruf memberi tanggapan atas temuan kubu Prabowo-Sandiaga Uno itu.

"Ya saya ingin sampaikan begini. Jika di Singapura harga sepiring ayam Rp 3,5 dolar, atau sekira Rp 35 ribu, di Indonesia sekira Rp 50 ribu. Itu menurut mereka," ujar Irma Suryani dari Partai Nasdem.

 Ungkap Alasan Mengapa Jokowi Layak Dipilih, Budiman Sudjatmiko Sebut Panggilan Sejarah

 Soroti Sikap Inkonsistensi Prabowo Cs di Kasus Ratna dan Ahok, Budiman Sudjatmiko Akui Tak Dendam

 Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Harap Kasus Guru Doktrin Siswa Anti-Jokowi Diusut Hingga Tuntas

"Padahal menurut survei terbaru dari The Economist Intelligence (Unit) menunjukkan Singapura menduduki posisi negara dengan biaya hidup termahal di dunia," imbuh Irma.

Irma memperlihatkan data lain yang menunjukkan biaya di Jakarta lebih murah dari pada Singapura.

Ia pun memberikan perbandingan harga makanan restoran di Jakarta dengan Singapura.

"Berdasarkan data yang diperoleh dari Numbeo, biaya makanan dan minuman di Jakarta lebih rendah 61,44 persen dibandingkan di Singapura. Sedangkan biaya belanja pangan di Jakarta lebih rendah daripada 31,26 persen dari Singapura," jelas Irma.

"Harga satu porsi makanan restoran biasa di Jakarta sebesar Rp 40 ribu. Sedangkan di Singapura adalah sebesar 12 dolar atau setara dengan Rp 132 ribu. Lalu harga sebotol air minuman di Jakarta, Rp 3 ribu-an, lah sementara di Singapura 1 dollar," imbuh dia.

Menanggapi data yang dikeluarkan Irma, Rahayu mengingatkan harga kebutuhan di Singapura harus dikaitkan dengan rasio pendapatan negara tersebut.

Ia menyebut harga kebutuhan Singapura bisa luar biasa lantaran negara tersebut tidak punya peternakan dan segala sesuatunya mengandalkan impor.

"Kalau misalnya kita berbicara tentang harga kebutuhan pokok di Singapura, kita jangan lupa rasio pendapatan di sana dibanding dengan pengeluaran," terangnya.

Halaman
1234
Penulis: Erlina Fury Santika
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help