Asian Para Games 2018

Menpora: Bonus Pendamping Atlet Tidak Sama Dengan Atlet

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menjelaskan bonus yang akan didapatkan oleh setiap atlet peraih medali Asian Para Games 2018.

Menpora: Bonus Pendamping Atlet Tidak Sama Dengan Atlet
Tribunnews.com/Abdul Majid
Menpora Imam Nahrawi, bersama dengan Prof. Dr Mulyana sebagai Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga dalam jumpa pers pemberian bonus atlet, pelatih dan ofisial Asian Para Games di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (12/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menjelaskan bonus yang akan didapatkan oleh setiap atlet peraih medali Asian Para Games 2018.

Bagaimana dengan bonus pendamping atlet atau pilot dalam cabang olahraga paracylcing, yang sama-sama berjuang di ajang ini baik ketika latihan maupun bertanding.

Dalam jumpa pers mengenai pemberian penghargaan dan bonus untuk kontingen Indonesia di GBK Arena, Senayan, Jakarta, Jumat (12/10/2018) Menpora Imam Nahrawi pun menjelaskan secara rinci perihal bonus untuk atlet pendamping.

“Terkait pendamping, ini juga terkait dengan penamaan karena atlet yang muncul katakanlah si A maka tidak disebut si A ini atlet yang didampingi oleh si B dan itu sudah masuk pada entry by name. Nah ini sesungguhnya kelenturan kebijakan yang kami berikan karena mereka berlatih bersama-sama, berjuang bersama-sama,  tapi kita harus memahami porsi masing-masing. kita berikan bonus meski tidak sebesar atlet itu sendiri,” papar Menpora.

Selain membahas mengenai bonus bagi pendamping, Menpora juga menjelaskan jatah bonus PNS yang tidak bisa diberikan kepada para atlet yang telah melewati usia 35 tahun.

“Umur ini yang pernah kami bahas secara mendalam dalam rapat kabinet maupun dengan pak Menteri Menpan RB memberikan apresiasi tapi karena ada undang-undang ASN yang memberikan batasan umur maka ini tentu berimplikasi kepada peraih medali juga,” ujar Menpora.

“Solusi yang disarankan Pak presiden itu sebagai karyawan BUMN karena sepengetahuan kami di BUMN tidak ada batasan umur. Tentu sebagian teman-teman medali memberatkan, tapi sekali lagi kami tidak ingin nabrak aturan, nabrak UU, tapi kami terus berusaha mencarikan solusi,” sambung dia.

Seperti diketahui, pencapaian prestasi kontingen Indonesia yang telah melampaui target, kini berada di peringkat keenam Asian Para Games dengan total 98 medali: 24 medali emas, 35 perak dan 39 perunggu, ternyata berimbas pula bagi penyediaan bonus.

Bonus yang telah disiapkan Rp 204 Miliat dinilai kurang. Belum lagi Indonesia masih berpotensi mendulang medali lagi disisa dua hari penyelenggaraan.

Untuk mennghimpun kekurangan tersebut, Menpora mengatakan akan mendapatkannya dari dana Kemenpora dan bantuan dari Kementerian Keuangan.

“Begini, kita kan punya estimasi. Bahwa pencapain maksimal emas atau medalis secara keseluruhan itu katakanlah 20 emas, 50 perak dan 50 perunggu. Itu estimasi ya, ternyata di lapangan, semangat juang para altet kita luar biasa sehingga melampaui estimasi itu,” jelas Menpora.

“Sudah barang tentu kita dibantu oleh kementerian keuangan, Bu Sri Mulyani atas saran Pak Presiden untuk mencari tambahan anggaran, baik bersumber dari kementerian olahraga sendiri, melakukan penyisiran. Dana yang belum terserap maupun dana yang tidak berdampak luas bagi masyarakat seperti angaran rapat-rapat, kunjungan-kunjungan. Itu dipotong semua untu pemenuhan bonus itu sendiri,” ucap dia.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved