Ombudsman Minta Polresta Depok Buka Alasan Penutupan Satpas Pasar Segar

Teguh menegaskan Satpas merupakan sarana pelayanan publik sehingga alasan penutupan tak dapat dirahasiakan dari publik.

Ombudsman Minta Polresta Depok Buka Alasan Penutupan Satpas Pasar Segar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Spanduk pemberitahuan penutupan Satpas Pasar Segar, Pancoran Mas, Depok, Jumat (12/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Kepala Ombudsman Jakarta Raya Teguh P. Nugroho mengatakan Polresta Depok harus menyampaikan alasan penutupan Satpas Pasar Segar yang dilakukan sejak Rabu (3/10) lalu.

Teguh menegaskan Satpas merupakan sarana pelayanan publik sehingga alasan penutupan tak dapat dirahasiakan dari publik.

"Yang pasti memang harus ada penjelasan kenapa Satpas Pasar Segar dipindah ke Polres Depok," kata Teguh saat dihubungi wartawan di Pancoran Mas, Depok, Jumat (12/10/2018).

Menurutnya masyarakat tak hanya memiliki hak mendapat informasi bahwa pelayan pembuatan dan perpanjangan SIM dipindah seperti yang dilakukan Polresta Depok saat ini.

Tapi juga alasan Satpas yang menurut hasil temuan Ombudsman Jakarta Raya ditemukan bahwa calo SIM dari Bekasi Kota memboyong pemohon SIM ke Satpas Pasar Segar Depok.

"Seharusnya selain pemberitahuan juga disampaikan alasannya. Misalnya ada gangguan sistem, atau masalah lain," ujarnya.

Sebelumnya, Kasat Lantas Polresta Depok Kompol Sutomo memilih merahasiakan alasan penutupan Satpas Pasar Segar Depok.

Dia berpendapat para pemohon SIM hanya ingin pulang dengan mengantongi SIM agar mementingkan peraturan yang berlaku.

"Untuk alasan kayaknya enggak perlu diungkap ke publik. Pemohon SIM yang penting dia pulang punya SIM saja," ucap Sutomo.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved