Penghuni Tetap Apartemen Center Point Bekasi Risih dengan Praktik Prostitusi

Praktik prostitusi di Apartemen Center Point Bekasi membuat risih penghuni tetap apartemen.

Penghuni Tetap Apartemen Center Point Bekasi Risih dengan Praktik Prostitusi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Apartemen Center Point di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Praktik prostitusi di Bekasi'>Apartemen Center Point Bekasi membuat risih penghuni tetap apartemen.

Aji Ali Sabana, penghuni tetap apartemen, sekaligus Humas Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Grand Center Point mengatakan, secara tidak langsung praktik prostitusi di lingkungannya membuat citra negatif masyarakat terhadap Center Point.

"Kita jujur risih ya, apalagi yang tinggal di sana (Center Point) banyak anak kecil juga. Mereka melihat 'ayam-ayam tak bertuan' dengan penampilan yang bisa dikatakan dapat dicirikan misal bertato, atau penampilan seksi berseliweran. Mereka (anak kecil) pasti bertanya-tanya," kata Aji, Jumat (12/10/2018).

Bukan hanya itu, citra negatif keseluruhan Kota Bekasi juga bisa ikut terbawa, terlebih ketika ada penghuni atau tamu dari luar kota melihat Center Point banyak dijumpai praktik prostitusi.

"Secara keseluruhan bisa saja membuat citra negatif bagi Kota Bekasi, jika ada warga luar kota datang kesini kebetulan mereka menginap di Center Point," jelas dia.

Tiga orang pelaku penjaja wanita melalui praktik prostitusi online melalui akun Twitter dan Facebook diharikan dalam rilis kasus di Polres Metro Bekasi Kota, Senin (8/10/2018).
Tiga orang pelaku penjaja wanita melalui praktik prostitusi online melalui akun Twitter dan Facebook diharikan dalam rilis kasus di Polres Metro Bekasi Kota, Senin (8/10/2018). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

P3SRS telah melakukan tindakan antisipasif agar praktik prostitusi tidak bersarang di Apartemen Center Point. Imbauan serta ajakan untuk sama-sama memerangi praktik prostitusi dan peredaran narkoba juga telah digalakkan dengan pemasangan spanduk dan tata tertib di tiap-tiap sudut apartemen.

"Kita juga secara internal sering lakukan kegiatan pemeriksaan dengan dibantu pihak Kepolisian, TNI, dan Pol PP, melakukan razia ke unit-unit yang disewakan dengan menanyakan identitas penyewa," jelas dia.

Selain itu, pihaknya juga secara berkala menggelar pengajian di lingkungan apartemen. Tujuannya, agar setiap penyewa unit yang memiliki niat menyalahgunakan apartemen untuk praktik ilegal dapat teguran secara moril.

"Kita tentu lakukan peningkatan pengawasan, sifatnya juga penanggulangan setiap tamu yang masuk ada SOP harus serahkan KTP, lalu juga sekuriti kita tugaskan patroli, setiap ada suara rusuh, atau tindakan mencurigakan langsung ditindak," jelas dia.

Pada Sabtu, 6 oktober 2018, Polres Metro Bekasi Kota melakukan operasi di Apartemen Center Point. Sebanyak 24 orang diamankan, tiga diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga tersangka merupakan germo Pekerja Seks Komersial (PSK) yang bersarang di Apartemen Center Point, mereka menjalankan praktik prostitusi melalui media sosial Twitter dan Facebook.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved