Preman Ini Menangis saat Dimintai Keterangan oleh Polisi

Nampak seorang pelaku berinisial AU menitikan air mata saat diwawancarai oleh Kapolsek Ciledug, Kompol Supiyanto

Preman Ini Menangis saat Dimintai Keterangan oleh Polisi
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Pelaku premanisme (AU) yang sempat menitikan air mata saat diwawancarai oleh Kapolsek Ciledug, Kompol Supiyanto, Jumat (12/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, CILEDUG - Aksi premanisme masih marak terjadi di kawasan Ciledug, Kota Tangerang, bahkan memeras warung kelontong.

Dua dari tiga preman yang sempat memalak pasutri pemilik warung kelontong di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang berhasil diamankan jajaran Ciledug'>Polsek Ciledug.

Dari pantauan di Mapolsek Ciledug saat dilakukan ekspos kejahatan oleh AU dan M yang mengaku preman, terlihat pemandangan yang tidak biasa.

Nampak seorang pelaku berinisial AU menitikan air mata saat diwawancarai oleh Kapolsek Ciledug, Kompol Supiyanto.

Bahkan, ia sempat sesegukan menahan tangisnya ketika bersandingan dengan rekannya M dihadapan para awak media dan petugas kepolisian.

"Iya dia menyesal ini karena sudah ditangkap dan menyesali aksinya," ujar Supiyanto, Jumat (12/10/2018).

Usai Diluncurkan, Anies Langsung Tinjau Konstruksi Rumah DP 0 Rupiah

Dari situ, kedua pelaku langsung dibawa masuk oleh polisi untuk diamankan.

Supiyanto pun menjelaskan bahwa komplotan tersebut sudah sering melancarkan aksinya di kawasan Karang Tengah.

"Sering malak warga sana. Aksinya di Karang Tengah saja di kampungnya dan meresahkan masyarakat karena sering banget," jelas Supiyanto.

Sebelumnya, AU dan M ditangkap kepolisian sektor Ciledug karena melakukan pemerasan terhadap pemilik warung kelontongan di Jalan Sandong, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang pada 8 Oktober 2018.

Keduanya ditangkap karena merusak warung dan memeras korbannya sebesar Rp 1.250.000 bersama rekannya J yang masih buron.

Para pelaku pun disangkakan pasal 365 KUHP dan 368 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan pemerasan dengan ancaman hukumam sembilan tahun penjara.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved