4 Rekomendasi Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas Akan Dikirim ke Presiden

Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas bakal mengirim rekomendasi hasil forum diskusi bersama warga yang terdampak banjir kepada Presiden

4 Rekomendasi Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas Akan Dikirim ke Presiden
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Ketua KP2C Puarman, saat di acara forum diskusi yang digelar di aula masjid Siti Rawani, Villa Nusa Indah, Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu,13 september 2018. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, JATIASIH - Cikeas'>Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) bakal mengirim rekomendasi hasil forum diskusi bersama warga yang terdampak banjir bertajuk 'Hidup Aman dan Nyaman Bersama Sungai' ke Presiden.

Forum diskusi yang digelar di aula masjid Siti Rawani, Villa Nusa Indah, Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu,13 september 2018 itu menghasilkan empat rekomendasi yang perlu dilakukan pemerintah dalam upaya penanggulangan banjir akibat luapan sungai Cileungsi Cikeas yang berimbas di dua wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor.

"Jadi empat rekomendasi dari KP2C ini akan terus kita perjuangkan, daftar lampiran peserta hadir diskusi ini juga akan jadi lampiran untuk rekomendasi langsung kepada presiden, lalu kemudian kita juga akan kirim ke DPR dan juga ke Menteri PUPR," kata Puarman di Bekasi, Sabtu (13/10/2018).

Dia menambhakan, peserta yang hadir di forum diskusi itu yakni perwakilan ketua RT dan RW di 26 perumahan yang berada di sepanjang aliran sungai Cileungsi Cikeas serta daerah aliran sungai Kali Bekasi yang merupkan hilir dari kedua sungai tersebut.

"Di forum diskusi ini dihadiri 260 peserta yang sebagian besar adalah Ketua RW dan Ketua RT yang wilayahnya terdampak banjir di Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi," jelas dia.

Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas Pasang CCTV untuk Pantauan Aliran Kali Bekasi

Empat Rekomendasi KP2C Langkah Pencegahan Banjir Akibat Luapan Sungai Cileungsi Cikeas

Adapun empat rekomendasi yang dihasilkan dari forum diskusi tersebut yakni, normalisasi sungai, penguatan tanggul permanen, pembangunan pintu pengendali air, pembangunan waduk di hulu sungai.

"Dari 26 perumahan itu ada lebih kurang 16 KK (kartu keluarga), setiap musim hujan merupakan daerah yang menjadi langganan banjir akibat luapan sungai," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help