Anies Berencana Legalkan Becak, Sudinhub Jakarta Timur Data Ulang Penarik Becak

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur berencana mendata ulang becak yang ada di wilayahnya terkait rencana Anies yang melegalkan becak

Anies Berencana Legalkan Becak, Sudinhub Jakarta Timur Data Ulang Penarik Becak
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Tukang becak di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (12/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur berencana mendata ulang becak yang ada di wilayahnya.

Menurut Kasudin Perhubungan Jakarta Timur Mohammad Soleh, hal ini menyusul rencana Gubernur Anies Baswedan yang akan merevisi Perda No 08 tahun 2007 tentang ketertiban umum, dimana nantinya becak akan diperbolehkan lagi mengaspal di ibu kota.

"Sejauh ini memang belum ada keputusan dari pimpinan walau kabarnya becak akan dilegalkan," ucapnya saat dimintai konfirmasi, Sabtu (13/10/2018).

"Tapi kami terus melakukan pendataan keberadaan becak di masyarakat kalau nanti jadi dilegalkan," tambahnya.

Dikatakan Soleh, pendataan dilakukan guna menghindari masuknya para penarik becak baru dari daerah lain ke Jakarta.

Berdasarkan pendataan yang telah dilakukan oleh Sudinhub Jakarta Timur sebelumnya, ada 1.117 penarik becak di empat Kecamatan yang sudah terdata.

Cerita Ari Anggara, Bocah Penjaga Becak Sewa di RPTRA Kalijodo Bermimpi jadi Sekuriti

18 Tahun Jadi Tukang Becak di Pasar Enjo, Agus Pernah Bantu Wanita Hamil Melahirkan di Becaknya

Era Anies Baswedan, Tukang Becak di Kalibaru Tidak Takut Lewat Jalan Raya

Dari 1.117 penarik becak, sebanyak 58 unit berada di Kecamatan Pulo Gadung, 31 unit di Jatinegara, 27 unit di Cakung, dan satu unit di Matraman.

"Yang sudah terdata langsung kami pasang striker di becaknya," ujarnya.

Alan (63), penarik becak di Pasar Enjo, mengatakan, pendataan memang sudah dilakukan sebelumnya, salah satu syarat yang harus dipenuhi kala itu ialah memiliki KTP DKI Jakarta.

"Waktu itu diminta KTP-nya, yang di data hanya yang punya KTP Jakarta, tapi kami disini semuanya memang orang Jakarta jadi enggak ada masalah," kata dia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved