Antisipasi Kemunculan Ubur-ubur Massal, Ancol Kerja Sama dengan LIPI

Corporate Comunication Ancol Taman Impian, Rika Lestari mengatakan pihaknya berusaha mengenali jenis serta potensi bahaya ubur-ubur di pantai Ancol

Antisipasi Kemunculan Ubur-ubur Massal, Ancol Kerja Sama dengan LIPI
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Iwan (23), seorang pemilik perahu wisata di Pantai Lagoon Ancol 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Mengantisipasi terjadinya hal-hal membahayakan bagi pengunjung, pihak Ancol Taman Impian telah melakukan sejumlah upaya mengantisipasi ubur-ubur yang muncul di pantai Ancol.

Corporate Comunication Ancol Taman Impian, Rika Lestari mengatakan, kemunculan ubur-ubur secara massal ini sudah terjadi selama beberapa hari di perairan pantai Ancol.

Rika menuturkan, salah satu upaya awal yang dilakukan manajemen Ancol adalah mengenali jenis serta potensi bahaya ubur-ubur di pantai Ancol.

Hal itu dikoordinasikan lebih lanjut dengan membawa contoh ubur-ubur dan air ke Pusat Penelitian Oseanografi - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI).

"Kita masih menunggu hasilnya, baik informasi jenis dan apakah berbahaya atau tidak bagi pengunjung," kata Rika kepada wartawan, Sabtu (13/10/2018).

Rika juga menjelaskan, di tepi pantai Ancol, terdapat sejumlah lifeguard yang akan memantau aktivitas pengunjung pantai.

Apabila terlihat ada ubur-ubur yang meresahkan, petugas akan mengambil ubur-ubur dengan jaring dan mengamankannya.

"Upaya itu sudah dilakukan. Saya juga dapat laporan kalau ada warga yang terkena ubur-ubur. Terasa gatal memang, tapi setelah dibilas air biasa gatal nya hilang kok," jelas Rika.

Sementara itu, salah satu pemilik perahu wisata, Iwan (23) mengatakan, fenomena kemunculan ubur-ubur memang terjadi setiap tahun.

Menurut Iwan, pada musim-musim tertentu ubur-ubur memang akan muncul di perairan pantai Ancol, meski kemunculan biasanya agak di tengah laut.

"Ada ubur-ubur baru satu bulan sih dari bulan September lah ya. Kalo ubur-ubur kan musiman dia ya. Dia datengnya dari tengah laut. Dia kan kebawa ombak sama arus," kata pria yang telah dua tahun mencari nafkah di pantai Ancol itu.

Iwan mengatakan, sengatan ubur-ubur yang ia lihat dan rasakan sejauh ini tidak membahayakan.

Hanya saja rasa gatal dan perih pasti melanda saat seseorang disengat ubur-ubur.

"Bahaya banget sih enggak cuman kalo kena ya paling gatel-gatel. Kalo gatel biar ilang paling pake minyak oles gitu. Cuman perihnya ya lumayan," jelas Iwan di Pantai Lagoon.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help