Empat Rekomendasi KP2C Langkah Pencegahan Banjir Akibat Luapan Sungai Cileungsi Cikeas

Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) merekomendasi empat langkah yang perlu dilakukan antisipasi banjir akibat luapan sungai Cileungsi

Empat Rekomendasi KP2C Langkah Pencegahan Banjir Akibat Luapan Sungai Cileungsi Cikeas
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Aliran Kali Bekasi di Jalan Mayor M Hasibuan, Bekasi Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, JATIASIH - Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) merekomendasi empat langkah yang perlu dilakukan pemerintah dalam rangka upaya antisipasi banjir akibat luapan sungai Cileungsi Cikeas yang berimbas di dua wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor.

Ketua KP2C Puarman mengatakan, empat rekomendasi itu berdasarkan hasil forum diskusi yang digelar di aula masjid Siti Rawani, Villa Nusa Indah - Jatiasih, Kota Bekasi, Sabtu,13 september 2018.

"Di forum diskusi ini dihadiri 260 peserta yang sebagian besar adalah Ketua RW dan Ketua RT yang wilayahnya terdampak banjir di Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi," kata Puarman, di Bekasi, Sabtu (13/10/2018).

Berangkat dari forum diskusi tersebut, KP2C merekomendasi empat langkah diantaranya pertama, normalisasi sungai.

"Sungai semakin dangkal akibat meningginya sedimentasi di badan sungai. Normalisasi sungai terakhir dilakukan tahun 1973. Maka, normalisasi atau pengerukan sungai sudah saatnya dilakukan," kata Puarman.

Kedua lanjut dia, pembangunan tanggul permanen yang mampu menahan derasnya debit air di aliran Sungai Cileungsi dan Cikeas.

"Tanggul di sejumlah perumahan terdampak banjir terindikasi rapuh. Perlu dilakukan pembangunan tanggul permanen," jelas dia.

Kemudian langkah ketiga yang perlu dilakukan sebagai upaya penanggulangan banjir yakni, pembangunan pintu pengendali air.

2 Alasan Polisi Tahan Augie Fantinus Viralkan Video, Hingga Polda Metro Minta Jadi Pelajaran

Supaya Tak Layu di Musim Kemarau, Penjual Tanaman Hias di Kebon Jeruk Siram Tiga Kali Lebih Banyak

Tolak Pakai Istilah Emak-emak Relawan JoSmart Sebut Kaum Ibu Sosok yang Mulia

"Guna mengatur volume air yang datang dari hulu, sebuah pintu pengendali air perlu dibangun di antara perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi," ungkap dia.

Lalu yang terkahir, pembangunan waduk di hulu Cileungsi. Sebab, melimpahnya air hujan dari hulu sungai menjadi sebab utama banjir di 26 perumahan di kawasan hilir.

"Untuk itu sebuah waduk di hulu sungai Cileungsi perlu dibangun sebagai penampung air hujan dari hulu, dan sekaligus bisa dimanfaatkan untuk kemanfaatan warga masyarakat," jelas dia.

Dia berharap, empat rekomendasi itu diharapkan dapat direalisasi pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten/Kota sekalipun secara sinergis.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved