Perkokoh Persatuan Bangsa, MDHW Gelar Dialog Peradaban Lintas Agama

Selama puluhan tahun tinggal di Indonesia, Romo Magnis mengaku belum pernah mengalami persekusi agama.

Perkokoh Persatuan Bangsa, MDHW Gelar Dialog Peradaban Lintas Agama
ISTIMEWA
Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) bekerjasama dengan Syuriyah PBNU dan Majelis Al Muwasholah menggelar Dialog Peradaban Lintas Agama. Acara yang mengangkat tema "Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa atas Dasar Rahmat Kemanusiaan" itu digelar hari ini Sabtu (13/10/2018), di Aryaduta Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) bekerjasama dengan Syuriyah PBNU dan Majelis Al Muwasholah menggelar Dialog Peradaban Lintas Agama.

Acara yang mengangkat tema "Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa atas Dasar Rahmat Kemanusiaan" itu digelar hari ini Sabtu (13/10/2018), di Aryaduta Jakarta.

Pembicara utama dalam acara tersebut antara lain Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim Hafidz, Romo Franz Magnis Suseno, Pendeta Dr. Martin Lukito Sinaga, dan Bikkhu Dammashubo Mahathera.

Acara ini dihadiri oleh ratusan tokoh lintas agama, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Di dalam negeri, hadir antara lain Ketua Umum PB MDHW KH Musthofa Aqil Siroj, Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, Sekjen PB MDHW Hery Haryanto Azumi, Ketua Yayasan Mata Air Nusron Wahid, Wasekjen PBNU Ir. H Suwandi D Pranoto, Dewan Penasihat ISNU Prof Dr Ahmad Mubarok, serta para kiai dan habaib dari NU dan Majelis Al Muwasholah.

Sementara dari luar negeri hadir para ulama besar dari Yaman, Maroko, United Kingdom (UK), dan lain-lain.

Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim Hafidz dalam sambutannya mengungkapkan bahwa perdamaian harus diwujudkan dengan menciptakan kerjasama dan dialog yang lebih nyata di dalam masyarakat.

"Pada dasarnya seluruh Kitab Suci yang diturunkan kepada para nabi adalah untuk mewujudkan perdamaian tersebut melalui perbaikan hati dan akhlak manusia," kata Habib Umar bin Muhammad bin Salim Hafidz.

Sementara itu, Romo Franz Magnis Suseno dalam paparannya mengatakan bahwa Indonesia adalah contoh yang baik untuk kerukunan umat beragama.

Selama puluhan tahun tinggal di Indonesia, Romo Magnis mengaku belum pernah mengalami persekusi agama.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved