Supaya Tak Layu di Musim Kemarau, Penjual Tanaman Hias di Kebon Jeruk Siram Tiga Kali Lebih Banyak

"Kalau nyiram masih sama dua kali, cuma sekarang nyiramnya lebih lama. Dari misalnya cuma 5 menit, jadi bisa tiga kali lipatnya 15 menit," ujar Ulo.

Supaya Tak Layu di Musim Kemarau, Penjual Tanaman Hias di Kebon Jeruk Siram Tiga Kali Lebih Banyak
TRIBUNJAKARTA.COM/NOVIAN ARDIANSYAH
Azis saat menyiram tanaman hias. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBON JERUK - Musim kemarau panjang memberikan dampak terhadap sejumlah tanaman yang berada di pinggir jalan.

Sejumlah tanaman yang tidak tahan terhadap cuaca panas pun akan melayu.

Tak terkecuali bagi tanaman-tanaman hias yang dijajakan oleh para pedagang di tepian Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Ulo seorang pedagang mengakui, jika musim kemarau panjang sangat berpengaruh terhadap kondisi tanaman hias yang dijualnya.

Ia bahkan harus melalukan penyiraman lebih banyak dari sebelumnya untuk mencegah tanaman hiasnya pada melayu.

"Kalau nyiram masih sama dua kali, cuma sekarang nyiramnya lebih lama. Dari misalnya cuma 5 menit, jadi bisa tiga kali lipatnya 15 menit," ujar Ulo di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (13/10/2018).

Sementara itu, Azis pedagang lainnya mengatakan, jika kondisi tanaman mudah melayu sejak bulan lalu.

Azis saat menyiram tanaman hias.
Azis saat menyiram tanaman hias. (TRIBUNJAKARTA.COM/NOVIAN ARDIANSYAH)

"Dari September sudah mulai cepet layunya kalau gak disiramin saja. Pernah enggak kesiram sama sekali pas besoknya sudah pada menguning," kata Azis.

Sekarang, lanjut Azis, dirinya harus lebih ekstra dalam melakukan penyiraman tanaman.

"Kalau wadahnya besar semisal pot pohon palem ini disiram samapi banjir potnya. Kalau yang di pot-pot kecil juga sama, dahan-dahannya juga kita siram," ucapnya.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help