Muhyidin Bisa Kuliahkan Dua Anaknya dari Hasil Dagang Balon di Kemang

Bahkan, anaknya mampu mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah dari dirinya yang hanya berdagang balon.

Muhyidin Bisa Kuliahkan Dua Anaknya dari Hasil Dagang Balon di Kemang
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Pedagang balon helium di Mampang Prapatan, Muhyidin pada Minggu (14/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Muhyidin atau akrab disapa Udin (55) berdagang balon di bilangan Kemang, Mampang Prapatan sejak belasan tahun lalu.

Terhitung dari tahun 1998 hingga kini, ia telah menjajakan balon helium itu di sana.

Dari semua pekerjaan untuk mencukupi hidup keluarganya, berdagang balon tampaknya membuat pendapatannya tercukupi.

Pasalnya, ia pernah mendapatkan penghasilan yang terbilang besar dari berdagang balon.

"Pernah ada yang memesan dalam jumlah besar waktu itu. Beli sebanyak 2 ribu buah balon kepada saya. Dan 5 orang yang mengerjakan itu, kita dikasih 14 juta rupiah," ungkapnya kepada TribunJakarta.com, Minggu (14/10/2018) di tempatnya berdagang, Kemang, Jakarta Selatan.

Bahkan, anaknya mampu mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah dari dirinya yang hanya berdagang balon.

"Anak saya ada enam, yang kuliah dua orang. Yang lainnya masih sekolah. Yang pertama ambil jurusan pendidikan, yang satu lagi ambil Ilmu Dakwah," papar pria asal Cilacap.

Udin mengadu nasib ke Ibu Kota bukan sekadar merantau untuk mendapatkan uang yang pas-pasan.

"Kan kalau merantau bukan sekadar datang ke Ibu Kota, saya cari terus pekerjaan yang benar-benar bukan hanya cukup hidup tapi untuk keperluan lainnya," terangnya.

Laporkan Fadli Zon ke Bareskrim, PSI Disindir Andre Rosiade: Numpang Tenar dengan Gerindra

Pilpres 2019 Terberat Bagi Prabowo Subianto, Timses Jokowi-Maruf: Kalau Sudah Tahu Ya Jangan Maju

Namun, ia tak bisa memastikan keuntungan yang didapatnya dalam sehari.

"Kalau itu enggak menentu, yang pasti kalau sebulan bisa mendapatkan senilai gaji UMR," bebernya.

Tampak balon warna warni dipajang di atas trotoar jalan untuk memikat para pengendara yang melintas.

Terlihat juga nomor telepon Udin yang diperuntukkan kepada pelanggan yang ingin membeli balon dalam jumlah besar.

"Yang beli pun bukan hanya orang biasa, tapi pengusaha ternama, pejabat hingga artis-artis. Untuk satu balon saya hargai 8 ribu rupiah kalau jauh beda lagi," tuturnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved