Bawaslu DKI Panggil Guru serta Kepala Sekolah SMA 87

Puadi mengatakan, pihak yang dipanggil hari ini ialah Kepala Sekolah SMA 87, NK, dan seorang pelapor.

Bawaslu DKI Panggil Guru serta Kepala Sekolah SMA 87
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kantor Bawaslu DKI Jakarta 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait insiden seorang guru SMA 87 Jakarta Selatan yang diduga melakukan pelanggaran kampanye berupa doktrinisasi terhadap peserta didiknya.

Dugaan pelanggaran tersebut mengacu pada penyampaian pesan kebencian kepada Presiden RI Joko Widodo yang diduga dilakukan seorang guru SMA 87 berinisial NK.

Ketua Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta, Puadi mengatakan, pihak yang dipanggil hari ini ialah Kepala Sekolah SMA 87, NK, dan seorang pelapor.

Pemanggilan hari ini, kata Puadi, untuk memintai keterangan pihak terkait soal dugaan pelanggaran pemilu tersebut.

Adapun dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh NK sesuai pasal 280 UU No. 7 tahun 2017 tentang pemilu.

"Kita mintai keterangan bener nggak pada saat mengajar dia mendoktrin, mempengaruhi orang, dan sebagainya. Karena di pasal 280 huruf C dan D itu menghasut kemudian memfitnah, SARA, dan sebagainya di situ ketentuan pidananya sudah jelas. Tapi ini kan untuk memastikan diklarifikasi ada dugaan pelanggaran pemilu atau tidak," jelas Puadi, Senin (15/10/2018).

Puadi menambahkan, Bawaslu juga sempat melakukan investigasi terhadap pelapor yang mengaku sebagai orang tua siswa. Hari ini, sang pelapor yang belum dijelaskan identitasnya juga turut dipanggil.

Jelang Timnas Indonesia Hadapi Hong Kong: Muncul Nama Andik Vermansyah Gantikan Esteban Vizcarra

Pukau Juri Hingga Dapat Golden Ticket American Idol, Ini Cerita Penyanyi Cilik Keturunan Indonesia

"Si pelapornya ini kan SMS ke Kepseknya. Dia mengaku orang tua siswa, cuman nggak menyebutkan orang tua siswa yang mana. Harusnya dia menyebutkan ataupun ketemu dengan kepala sekolah ada guru yang mendoktrin mengajarkan begini-begini saya keberatan. Ini kan tidak, dia SMS nggak menunjukan identitasnya begitu kepala sekolah kontak balik ternyata nggak aktif. Nah ini kita kan investigasi saya minta nomor telpon si pelapor itu. Nomor ini ternyata alamatnya ada di Cengkareng, Jakarta Barat. Namanya sudah ketahuan makanya hari ini kita panggil," beber Puadi.

Sebagai informasi, sebelumnya dalam sebuah video, seseorang yang mengaku orang tua murid menyebut bahwa anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan guru berinisial NK di masjid.

Kemudian, ditunjukanlah video gempa di Palu hingga bercerita kepada para siswa bahwa gempa Palu tersebut merupakan salah Jokowi.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved