Menengok Rumah Mewah Bupati Bekasi, Tampak Mencolok di Tengah Pemukiman Warga Kampung Bugel Salam

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Bupati Bekasi tercatat memiliki total harta kekayaan sekitar Rp73,4 miliar

Menengok Rumah Mewah Bupati Bekasi, Tampak Mencolok di Tengah Pemukiman Warga Kampung Bugel Salam
TribunJakarta
Rumah pribadi Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin Jalan Raya Citarik, Kampung Bugel Salam, RT01/RW02, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIKARANG TIMUR - Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin tercatat memiliki total harta kekayaan sekitar Rp 73,4 miliar.

Neneng diketahui memiliki 143 bidang tanah di Bekasi, Karawang, serta Purwakarta. Nilai harta tak bergerak itu mencapai Rp 61,7 miliar.

Selain itu Neneng juga memiliki kendaraan dua unit mobil senilai Rp 679 juta dan harta bergerak lainnya senilai Rp 452,7 juta.

Harta kekayaan Neneng nampak dari rumah mewah yang ia miliki di Jalan Raya Citarik, Kampung Bugel Salam, RT01/RW02, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Rumah begaya mewah dengan dua pilar besar beridiri tegap tepat di pintu utama rumah menambah kesan megah. Ditambah halaman rumah yang sangat luas dengan berbagai hiasan taman dan rumah-rumah kecil untuk tempat tinggal petugas keamanan.

Dominasi cat putih dengan gerbang besar menjulang membuat rumah tersebut cukup sulit terlihat dari luar, namun jika dilihat dari kejauhan, rumah dua lantai tersebut terlihat mencolok dibanding pemukiman warga sekitar di Kampung Bugel Salam.

Neneng sendiri diketahui lebih sering singgah dikediaman pribadinnya ketimbang di rumah dinas bupati yang berada di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat. Suami Neneng, Almaida Rosa Putra diketahui merupakan seorang politisi Golkar yang saat ini duduk sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus dugaan supa perizinan proyek properti Meikarta, Senin (15/10/2018) kemarin.

Neneng diduga menerima suap sebesar Rp 13 miliar melalui sejumlah pejabat di Pemerintah Kabupaten Bekasi dari pengembang proyek Meikarta, saat KPK membongkar kasus suap tersbut, Neneng beserta pegawainya baru menerima uang sebesar Rp 7 miliar.

KPK sebelum menetapkan Neneng sebagai tersangka, pada minggu (14/10) terlebih dahulu melakukan operasi tangkap tangan pejabat Pemkab Bekasi dengan barang bukti uang 1 miliar dalam bentuk pecahan dolar Singapura dan rupiah serta uang tunai Rp 513 juta.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved