Pilpres 2019

Bawaslu Kembali Tunda Sidang Dugaan Pelanggaran Videotron Jokowi-Ma'ruf

"Kami akan tunda sidang ini. Sidang dilanjutkan Jumat pukul 19.00 WIB dengan membawa surat kuasa langsung dari pasangan calon," kata Puadi.

Bawaslu Kembali Tunda Sidang Dugaan Pelanggaran Videotron Jokowi-Ma'ruf
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Sidang penanganan pelanggaran administratif pemilu, Kamis (18/10/2018) di Bawaslu DKI Jakarta, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta kembali menunda sidang penanganan pelanggaran administratif pemilu atas kasus dugaan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang dilakukan oleh tim pasangan calon 01 Jokowi-Maruf Amin.

Adapun agenda sidang hari ini seharusnya adalah pemeriksaan pertama serta pembacaan laporan oleh pelapor.

Pihak pelapor dalam hal ini ialah seorang wiraswasta bernama Sahroni.

Sementara pihak terlapor yakni pasangan capres-cawapres 01 Jokowi-Maruf Amin yang diwakili oleh Koordinator Advokasi dan Data Pelanggaran TKD Jokowi-Maruf Amin, DKI Jakarta Gelora Tarigan dan Koordinator Urusan Penanganan Pelanggaran Nelson Simanjuntak.

Sidang kembali ditunda lantaran Sahroni keberatan karena pihak terlapor tidak datang secara langsung.

Bawaslu menunda sidang hingga Jumat (19/10/2018) besok.

Bawaslu juga meminta apabila pihak terlapor diwakilkan, maka surat kuasa langsung dari paslon Jokowi-Maruf Amin sebagai pihak yang dilaporkan harus disertakan dalam persidangan.

"Kami akan tunda sidang ini. Sidang dilanjutkan Jumat pukul 19.00 WIB dengan membawa surat kuasa langsung dari pasangan calon," kata Komisioner Bawaslu DKI Jakarta Puadi yang bertindak sebagai ketua majelis sidang.

Dijamin Tak Boleh Merokok, Resepsi Pernikahan di SPBU Viral Hingga Tanggapan Pertamina

Diduga Dilatari Perselingkuhan, Ini Sederet Cerita Musibah CRV Terjun ke Jurang di Telaga Sarangan

Sahroni melaporkan pasangan calon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin ke Bawaslu DKI Jakarta pada 2 Oktober 2018 lalu terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan paslon Jokowi-Ma'ruf.

Adapun Sahroni melaporkan bahwa ada alat peraga kampanye berupa videotron yang ditayangkan di lokasi terlarang sesuai SK KPU nomor 175.

Videotron tersebut diduga melanggar aturan kampanye seperti tertulis di dalam SK KPU nomo 175 yang melarang pemasangan alat peraga kampanye (termasuk videotron) di 23 titik jalan protokol.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved