Kasus Korupsi

Buntut Pengembang Meikarta Diduga Suap Pejabat Pemkab Bekasi, Bank Waspada Hingga Konsumen Refund

PT MSU akan bertanggung jawab dan terus berusaha untuk memenuhi kewajiban-kewajiban perusahaan lainnya, yang berkaitan dengan pembangunan di Meikarta.

Buntut Pengembang Meikarta Diduga Suap Pejabat Pemkab Bekasi, Bank Waspada Hingga Konsumen Refund
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kondisi Proyek Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, nampak sepi namun masih terdapat sejumlah pekerja proyek yang beraktivitas pasca terbongkarnya kasus dugaan suap perizinan yang menyeret Bupati Bekasi, Selasa (16/10/2018). 

Nanti diperiksa, kemudian disetujui atau tidak. Kalau disetujui tinggal menunggu dana ditransfer," katanya kepada Kontan.co.id.

Dari form aplikasi yang ditunjukkan ke Kontan.co.id, beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan refund antara lain adalah: surat penolakan bank; form pembatalan unit; form pembatalan dan surat pernyataan refund bermaterai; kopi KTP, dan NPWP; tanda terima booking fee; bukti bayar booking fee dan uang muka; bukti pembayaran resmi; surat Penegasan dan Persetujuan Pemesanan Unit (PPPU); dan kopi buku tabungan.

JF sendiri merupakan pembeli unit Meikarta dengan empat kamar tidur.

Ia membeli dengan cara cicilan bertahap selama 24 bulan yang langsung dibayarkan ke Mahkota, dan telah membayar cicilan sebanyak 11 kali senilai Rp 325 juta.

Ia mengajukan refund sebab mengaku tak lagi sanggup membayar cicilan, dan tiada kejelasan soal pembangunan, sementara ia dijanjikan serah terima unit dapat dilakukan pada Agustus 2019 mendatang.

Lantaran mengajukan refund, JF bilang merugi Rp 100 juta, sehingga ia hanya dapat Rp 225 juta dari total uang yang telah disetor.

Potongan tersebut akibat ketentuan hangusnya uang muka, booking fee, dan 10% cicilan yang sudah dibayarkannya

"Saya khawatir kalau tidak jadi uang saya semuanya malah tidak bisa kembali, makanya daripada lanjut cicilan 13 kali lagi, lebih baik saya hentikan," katanya.

SY, seorang warga Tanjung Priok, Jakarta Utara lebih parah lagi. Ia yang dapat persetujuan refund sejak 27 Januari 2018 hingga kini belum menerima dananya kembali.

"Awalnya saya dijanjikan untuk dapat pengembalian dalam 6 bulan. Sekarang sudah 10 bulan tapi belum juga dikembalikan," katanya kepada Kontan.co.id.

Halaman
1234
Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Erik Sinaga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved