Bawaslu Periksa Saksi dari 4 Lembaga Pada Sidang Videotron Joko Widodo-Maruf Amin

Bawaslu DKI Jakarta kembali menggelar sidang penanganan pelanggaran administratif Pemilu terkait videotron pasangan Joko Widodo-Maruf Amin

Bawaslu Periksa Saksi dari 4 Lembaga Pada Sidang Videotron Joko Widodo-Maruf Amin
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Bawaslu DKI Jakarta kembali menggelar sidang penanganan pelanggaran administratif pemilu terkait laporan seorang wiraswasta bernama Sahroni soal videotron pasangan capres cawapres nomor 01 Jokowi-Ma'ruf yang diduga menyalahi aturan, Rabu (24/10/2018) ini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Bawaslu DKI Jakarta kembali menggelar sidang penanganan pelanggaran administratif Pemilu terkait laporan seorang wiraswasta bernama Sahroni soal videotron pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf yang diduga menyalahi aturan.

Sidang tersebut akan digelar pada Rabu (24/10/2018) dengan agenda pemeriksaan saksi terkait. Bawaslu DKI memanggil empat lembaga yang bisa dimintai keterangan soal penayangan videotron Jokowi-Maruf tersebut.

Empat lembaga yang dipanggil hari ini ialah Dinas Kominfo DKI Jakarta, Badan Pajak dan Retribusi DKI Jakarta, KPU DKI Jakarta, dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Pantauan TribunJakarta.com di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sidang yang sesuai jadwal dimulai pukul 10.00 WIB baru berlangsung mulai pukul 11.05 WIB.

Pemeriksaan saksi yang pertama adalah dari Dinas Kominfo DKI Jakarta. Adapun Diskominfo diwakili oleh tiga orang perwakilan yang salah satunya adalah Dini Gilang Prasasti selaku Kasie Pengelolaan Media dan Komunikasi Publik Diskominfo DKI Jakarta.

Mereka hadir dengan surat disposisi yang disampaikan melalui pesan singkat dari Plt Kepala Dinas Diskominfo Atika Nur Rahmania.

Bawaslu Panggil Dinas Kominfo sampai KPU Terkait Videotron Jokowi-Maruf

Sidang Bawaslu DKI, Cerita Saksi Lihat Tayangan Videotron Jokowi-Maruf di Sejumlah Jalan Protokol

Sidang Videotron Jokowi-Maruf, Seorang Saksi Mengaku Simpatisan Prabowo-Sandiaga

"Kita dari Dinas Kominfo berdua. Kita mewakili, jadi saat ini sedang tidak ada Kepala Dinas, kami mewakili Plt Kepala Dinas," kata seorang perwakilan Diskominfo, Dini.

Sementara itu, pelapor Sahroni sempat menolak dan menganggap surat disposisi yang dibawa Diskominfo dianggapnya tak serius.

Namun, majelis sidang tetap menjalankan sidang dengan menegaskan bahwa kehadiran Diskominfo adalah untuk memberikan keterangan soal penayangan videotron sesuai tupoksi mereka, bukan untuk memberikan keterangan soal kasus ini.

"Jadi posisi daripada pihak terkait pada kapasitas bagaimana fungsi dan kewenangan terhadap penayangan videotron, bukan kepada kasus yang mau dibahas hari ini. Jadi saya tegaskan bukan untuk menjelaskan kasus yang terjadi," kata anggota majelis sidang.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved