Kuliner Legendaris Tangerang Selatan, Es Kolding Rojak Bertahan Selama 31 Tahun

Resep itupun dieksekusi dengan membuat warung es Kolding yang pada akhirnya masih dipertahankan hingga saat ini.

Kuliner Legendaris Tangerang Selatan, Es Kolding Rojak Bertahan Selama 31 Tahun
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Es Kolding di Setu, Tangerang Selatan, Sabtu (27/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Es Kolding, panganan khas Medan itu tampaknya tidak banyak ditemukan di Jakarta dan sekitarnya.

Pamor es yang memiliki kepanjangan Kolak Dingin (Kolding) itu, kalah nyohor dari es-es lain macam doger, cincau, dawet dan berbagai macam es lainnya.

Meski demikian di Kawasan Tangerang Selatan, ada yang menjual es Kolding sejak tahun 1987. 

Tepatnya, di Jalan Raya Puspiptek, Setu, Tangsel, Mohamad Zakaria alias Rojak Kolding (45), meneruskan bisnis restoran warisan kakaknya. 

Rojak mengatakan, awalnya sang kakak diajari resep membuat es Kolding oleh temannya yang orang Medan.

Resep itupun dieksekusi dengan membuat warung es Kolding yang pada akhirnya masih dipertahankan hingga saat ini.

Adu Gregetnya Kubu Jokowi dan Prabowo, Gamal Albinsaid: Kalau Menang Capres Gue Lunasin Utang

Cucu Bung Hatta Protes Kakeknya Disamakan Sandiaga Uno, Cawapres Prabowo Tanggapi Santai

Pria asal Subang, Jawa Barat itu, mengambil alih warung kolding sejak tahun 2001 saat kakaknya meninggal dunia.

Meski demikian, sebelumnya Rojak juga sudah ikut abangnya untuk mengurus warung tersebut.

"Dari harganya Rp 300 perak, naik Rp 400 perak, naik Rp 500, gitu saja setiap tahun sampai saat ini harganya Rp 10.000," ujarnya Sabtu (27/10/2018).

Rojak mengungkapkan es Kolding buatannya terdiri dari kolang-kaling, pisang, ketan hitam, gula, santan dan es serut serta tambahan kental manis di atasnya.

Rasanya manis namun tidak berlebihan karena ada gurih santan yang mengimbangi. Pisang dan kolang-kaling pun menyatu rasanya dengan kuah coklat khas kolak. Tambahan ketan hitam juga membuat sajian sederhana itu semakin lengkap.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved