Pilpres 2019

PKS Singgung Persaingan Kursi Wagub Ganggu Koalisi Pilpres 2019, Gerindra: Masa Partai Besar Goyah

Taufik menilai, seharusnya baik Gerindra maupun PKS bisa saling menjaga komitmen mengenai koalisi yang sudah terjalin.

PKS Singgung Persaingan Kursi Wagub Ganggu Koalisi Pilpres 2019, Gerindra: Masa Partai Besar Goyah
TRIBUNJAKARTA.COM/ JAISY RAHMAN TOHIR
M Taufik politikus Partai Gerindra itu, di Balai Kota, pada Jumat (23/2/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M.Taufik merespon pernyataan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi.

Suhaimi menyebutkan bahwa perebutan kursi wakil gubernur DKI telah mengganggu koalisi antara PKS dan Gerindra pada pilpres 2019, khususnya ditingkat DKI.

Menurut M Taufik, hal tersebut sama saja tak menghargai PKS sebagai sebuah partai yang besar.

"Gini, saya gak yakin itu, kan DPP nya juga bantah. PKS dan Gerindra partai besar. Kalau saya sih, klo ada orang buat pernyataan itu, menurut saya dia tidak menghargai partainya juga," kata M.Taufik saat ditemui di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Selasa (30/10/2018).

Taufik menilai, seharusnya baik Gerindra maupun PKS bisa saling menjaga komitmen mengenai koalisi yang sudah terjalin.

Apalagi, keduanyanya merupakan partai yang besar. Sehingga seharusnya tak goyah hanya karena persaingan tersebut.

"Masa partai besar karena begituan goyah, kalau partai besar tuh gak akan goyah pada komitmen," kata M Taufik.

Sementara itu, sebelumnya PKS tampak gerah, terkait dengan pengusungan kandidat cawagub DKI Jakarta yang tampak alot.

Sebab, menurut PKS pihaknya masih berpegang teguh pada hasil komunikasi politik antara para petinggi PKS dan Partai Gerindra yang menyatakan bahwa kursi wagub DKI adalah hak PKS.

Pernah Ingatkan Kader PAN Jauhi Korupsi, Taufik Kurniawan Tersangka KPK Hingga Sandi 1 Ton

Diangkat Ahok Dicopot Anies, Pria Ini Sukses Bawa Transjakarta Capai Target 500 Ribu Penumpang

"Biar dijelaskan sama Gerindra, apa maksudnya diserahkan itu (ke Taufik). Kalau kita masih berpegang kepada itu, komitmennya itu kan diserahkan kepada PKS, dan itu kepada petinggi PKS loh, bukan kepada kita. Kita berpegang itu," kata Suhaimi.

"Itu kan mengganggu iklim koalisi, khususnya di DKI. Kader di bawah sudah komentar. Misalnya, 'udah urusan presiden biar diurus Gerindra'. Itu kan udah risih namanya," tambahnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved