Bukan Milik Asing, Manajemen Tegaskan Lion Air Adalah Milik WNI

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro menegaskan tentang status kepemilikan usaha Lion Air Group bukan milik asing

Bukan Milik Asing, Manajemen Tegaskan Lion Air Adalah Milik WNI
Istimewa
Pesawat Lion Air. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menegaskan tentang status kepemilikan usaha Lion Air Group bukanlah milik asing.

"Sehubungan dengan informasi yang beredar dan berkembangnya mengenai status kepemilikan usaha Lion Air Group, bahwa Lion Air merupakan perusahaan penanaman dalam negeri yang dimilik oleh dua orang berkewarganegaraan Indonesia, yang berkedudukan di Jakarta," ujar Danang dalam keterangan resminya, Rabu (31/10/2018).

"Sampai saat ini, sesuai dengan dokumen akta pendirian PT Lion Mentari Airlines yang disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham), bahwa pemegang saham tidak ada dimiliki oleh asing," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa pendiri dan direksi Lion Air adalah semua berkewarganegaraan Indonesia.

Terkait dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018) lalu, ia mengatakan 48 kantong jenazah sudah dibawa dan berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Lion Air Klaim 17 Jenazah Korban JT610 Sudah Teridentifikasi

Khawatir Meledak, 5 Tabung dari Pesawat Lion Air JT610 Diangkut KNKT dari Dermaga JICT II

Periksa 24 Kantong Jenazah, RS Polri Belum Berhasil Identifikasi Korban Lion Air JT610

"Berdasarkan konfirmasi dari Badan SAR Nasional (Basarnas) per 30 Oktober 2018 yaitu 24 kantong, sehingga jumlah menjadi 48 kantong (29 Oktober 2018 terdapat 24 kantong)," kata dia.

Untuk selanjutnya pihak keluarga penumpang dan kru hari ini tetap dilanjutkan untuk proses identifikasi (Disaster Victim Identification) berada di RS POLRI.

"Lion Air saat ini sudah mempersiapkan dan melakukan pendampingan kepada keluarga (family assistant) di setiap posko JT-610," ujar Danang.

Upaya evakuasi seluruh penumpang, kru dan pesawat JT-610 yang mengalami kecelakaan pada Senin (29/10/2018) di perairan Karawang, Jawa Barat, hingga saat ini terus dilakukan.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved