Pemprov DKI Jakarta Lakukan Restrukturisasi Pengurus PT Bank DKI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan restrukturisasi pengurus pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang Keuangan, yakni pengurus PT Bank DKI.

Pemprov DKI Jakarta Lakukan Restrukturisasi Pengurus PT Bank DKI
Istimewa
Bank DKI 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan restrukturisasi pengurus pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bidang Keuangan, yakni pengurus PT Bank DKI.

Resktukturisasi pengurus ini pada prinsipnya adalah Penyegaran Direksi dan Dewan Komisaris PT Bank DKI dan dimaksudkan untuk lebih meningkatkan Kinerja PT Bank DKI dalam melayani masyarakat.

Dalam RUPS Sirkuler PT Bank DKI kali ini, dilakukan pemberhentian, pengalihan tugas dan pengangkatan pengurus Perseroan, sebagai berikut:

I. Memberhentikan:
a. Ilya Avianti dari jabatannya sebagai Komisaris Utama.
b. Kresno Sediarsi dari jabatannya sebagai Direktur Utama.
c. Budi Mulyo Utomo dari jabatannya sebagai Direktur Kepatuhan.
d. Antonius Widodo Mulyono dari jabatannya sebagai Direktur Bisnis.
e. Farel Tua Silalahi dari jabatannya Direktur Manajemen Resiko.

II. Mengalihkan Tugas :
Basuki Setiyadjid sebagai Komisaris Utama (Komisaris Independen) yang semula menjabat sebagai Komisaris Perseroan.

III. Mengangkat:
a. Erick sebagai Komisaris.
b. Wahyu Widodo sebagai Direktur Utama.
c. Zulfarshah sebagai Direktur Kepatuhan.
d. Babay Parid Wazdi sebagai Direktur Bisnis.
e. Zainuddin Mappa sebagai Direktur Manajemen Resiko.

Dengan komposisi tersebut diharapkan dapat mendorong proses kaderisasi dan proses pembinaan SDM yang sustainable dan sistematis di PT Bank DKI khususnya dan umumnya BUMD di lingkungan Provinsi DKI Jakarta.

Untuk diketahui, Kresno Sediarsi selama melaksanakan tugasnya dinilai sukses dalam meletakkan perbaikan Kinerja Keuangan di PT Bank DKI diantaranya pertumbuhan penyaluran kredit Bank DKI sebesar Rp 30,82 Triliun pada kuartal III tahun 2018 atau mengalami peningkatan sebesar 20,4 persen dibandingkan posisi September tahun 2017.

Rasio LDR atau loan to deposit ratio per september 2018 sebesar 82,66 persen, mengalami peningkatan yang signifikan dari periode yang sama tahun 2017 yang hanya sebesar 61,86 persen.

Peningkatan performa bisnis terutama yang ditopang oleh ekspansi penyaluran kredit ke segmen Mikro dan UKM tumbuh 620 miliar rupiah atau mengalami peningkatan sebesar 49,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved