Pilpres 2019

Presiden Jokowi Sudah Ingatkan Hadirin Tak Acungkan Jari di Jembatan Suramadu

Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan semua pihak di sekelingnya agar tidak mengacungkan jari saat pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu.

Presiden Jokowi Sudah Ingatkan Hadirin Tak Acungkan Jari di Jembatan Suramadu
Kompas.com/Dani Prabowo
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmikan pembebasan tarif tol jembatan Suramadu , di atas truk logistik, Sabtu (27/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - ‎Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan semua pihak di sekelingnya agar tidak mengacungkan jari saat pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu.

"Bahwa saat kami, Jembatan Suramadu biasa kanan-kiri ada kiai dan acungkan jari, juga sudah saya ingatkan saat itu tidak usah, beda kalau saya suruh. Justru saya ingatkan, jangan dibalik-balik," ujar Presiden Jokowi di JiExpo, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Presiden Jokowi dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu atas dugaan melakukan kampanye terselubung saat pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu pada Sabtu (27/10/2018).

Ia dilaporkan oleh seorang warga sipil yang tergabung dalam Forum Advokat Rantau, bernama Rubby Cahyady.

Rubby menduga Jokowi yang juga calon presiden 01 pada Pilpres 2019‎ melakukan kampanye saat bertugas sebagai Presiden.

Hal itu terlihat dari pose satu jari yang ditunjukkan beberapa orang yang berfoto bersama Presiden ketika acara peresmian berlangsung.

Pose tersebut dinilai menunjukkan citra diri Jokowi sebagai capres capres nomor urut 01.

Tarif tol dibebaskan untuk rasa keadilan

Presiden Jokowi menjelaskan, proses pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu ‎sudah dilakukan sejak lama.

Sebelumnya pengguna sepeda motor digratiskan dan ini merupakan permintaan dari tokoh masyarakat dan kiai di Madura.

"Kedua, 2016 masih ada keberatan tarif tol yang mahal, minta diskon dipotong 50 persen, kami berikan. ‎Pada 2017-2018 ada permintaan itu (pembebasan tarif tol) karena pergerakan ekonomi Madura belum kelihatan," ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menegaskan, pembangunan infrastruktur yang digencarkan pemerintah harus berdampak ke perekonomian di daerah tersebut.

"Kalau beratkan untuk apa? Kemiskinan di Sidorjo, Surabaya, Gresik sampai 6 persen sampai 7 persen, Madura 16 persen sampai 24 persen. Supaya tidak ada ketimpangan hanya jarak 5 kilo sampai 6 kilo, rasa keadilan itu jadi catatan kita," papar Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Jokowi Mengaku Sudah Ingatkan Jangan Acungkan Jari Saat Gratiskan Jembatan Suramadu

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved