Persija Jakarta

Tak Ingin Kasus Haringga Sirla Terulang, Persija Jakarta Imbau The Jakmania Tak Datang ke Surabaya

Pelatih kepala Persija Jakarta, Stefani Cugurra alias Teco berharap The Jakmania tidak datang mendukung Persija di Surabaya.

Tak Ingin Kasus Haringga Sirla Terulang, Persija Jakarta Imbau The Jakmania Tak Datang ke Surabaya
TribunJakarta.com/Ikhsan Abrianto
Balai Kota Jakarta disesaki The Jakmania yang mengarak trofi juara Piala Presiden 2018 yang direngkuh Persija Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/IKHSAN ABRIANTO 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana.

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Pelatih kepala Persija Jakarta, Stefani Cugurra alias Teco berharap The Jakmania tidak datang mendukung Persija di Surabaya.

Persija Jakarta akan bertandang ke markas Persebaya Surabaya, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (4/11/2018) mendatang.

Teco mempunyai alasan mengapa melarang The Jakmania untuk datang mendukung Persija di Surabaya.

Menurutnya, hubungan dua suporter (The Jakmania dan Bonek) kerap bersitegang dan tidak memiliki hubungan yang baik.

Teco tak ingin kejadian meninggalnya Haringga Sirla di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018) lalu, terulang kembali.

"Kami memiliki masalah saat bermain di Bandung (Haringga Sirla meninggal), kejadian itu saya harap tidak terjadi lagi. Saya juga menginginkan jelang pertandingan ini jangan terlalu dipanaskan oleh media," kata Teco kepada wartawan selepas latihan, Kamis (1/11/2018).

Tak Berdua Raffi Ahmad ke Indonesian Television Awards 2018, Nagita Slavina Ungkap Perlilaku Suami

Bawa Senpi Rakitan dan Puluhan Anak Panah, 3 Mahasiswa di Makassar Ditangkap

"Kalau sama-sama panas, saya hanya takut kejadian di Bandung bisa terulang di Surabaya," ucap Teco menambahkan.

Pelatih berkebangsaan Brasil itu berharap kejadian keributan antar suporter tidak terulang kembali di persepakbolaan Indonesia.

Teco berharap sepak bola Indonesia bisa lebih maju dan berkembang tanpa adanya kerusuhan yang terjadi di luar lapangan.

"Saya hanya ingin sepak bola Indonesia maju, tidak ada anarkis baik di dalam atau luar lapangan. Kalau timnya kalah, suporter harus menerima itu agar sepak bola Indonesia benar-benar maju," kata Teco.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved