Indonesia Dinilai Tidak Perlu Impor Jagung

Indonesia dinilai tidak perlu mengimpor jagung. Hal itu disebabkan karena produsen jagung di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Indonesia Dinilai Tidak Perlu Impor Jagung
ISTIMEWA
Jagung 

TRIBUNJAKARTA.COM- Indonesia dinilai tidak perlu mengimpor jagung. Hal itu disebabkan karena produsen jagung di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Kendati data produksi jagung nasional memerlukan keselarasan antara yang dirilis Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pusat Statistik (BPS), namun kepentingan nasional yang tidak mengandalkan impor harus menjadi prioritas.

"Dewan Jagung Nasional (DJN) sudah bilang bahwa kita tidak perlu mengimpor benih jagung karena produsen dalam negeri mampu memenuhinya," ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia, Jumat (2/11/2018).

Bahlil menilai, saat ini mengenai jumlah produksi jagung di Indonesia mengalami keberhasilan sebab adanya peningkatan.

Meskipun produksinya membutuhkan biaya besar, namun itu perlu dicermati dari aspek agar kualitas komoditas jagung Indonesia tidak kalah saing dengan impor.

"Tentunya jagung-jagung kita kan harus bersaing dengan jagung impor," kata Bahlil.

Menurut Bahlil, kondisi saat ini yang dinilai cukup baik ketersediaan produksi komoditas jagung di pasaran disebabkan kebijakan positif pembagian dan sertifikasi untuk para petani.

Tekait peningkatan produksi jagung yang cukup baik, Bahlil setuju jika orientasi yang dibangun adalah ekspor. Jagung dianggap sebagai salah satu komoditas pertanian yang penting untuk ikut menopang ekspor nasional.

Polemik Impor Beras, Ini Saran Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia

Bukan Diekspor, Pemerintah Harusnya Siapkan Stok Jagung Hadaipi Musim Kemarau

Penguatan kualitas komoditas jagung nasional harus dilakukan sehingga mampu berdaya saing dengan produksi negara lain. Sehingga Indonesia tak terus 'digoreng' isu impor jagung dengan berbagai alasan.

"Kita sepakat. Produksi jagung kita harus ekspor. Yang harus kita benahi adalah bagaimana supaya produksi jagung kita efisien," kata Bahlil.

Bahlil menuturkan, pemerintah Indonesia tampak memiliki niat yang baik guna meningkatkan sektor pertanian nasional, salah satunya adalah komoditas jagung.

Kementerian Pertanian juga dinilai mampu melakukan konsolidasi mendukung kebijakan dan program Presiden Joko Widodo menjadi fokus dan terarah.

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved