Lion Air JT610 Jatuh

Keluarga Korban Minta Pemerintah Evaluasi Maskapai Lion Air

Dia menilai, maskapai tersebut perlu dievaluasi agar kecelakaan serupa tidak terulang.

Keluarga Korban Minta Pemerintah Evaluasi Maskapai Lion Air
Istimewa
Aktivitas ground handling Lion Air 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Umar Nayiri (45), suami dari Yunita Sapitri (42) satu dari ratusan penumpang Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, berharap maskapai tersebut dievaluasi.

"Kalau untuk Lion Air yang pasti ini kejadian sudah berulang kali, pihak yang bersangkutan harus segera evaluasi dan perbaikan," kata Umar di kediamannya di Jalan Belanak Raya, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jumat, (2/11/2018).

Umar mengaku saat ini, pihaknya secara pribadi tidak serta merta menyalahkan musibah yang menimpa istri dan ratusan penumpang lainnya akibat dari maskapai Lion Air. Namun dia menilai, maskapai tersebut perlu dievaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kita juga mau protes gak bisa kalo kejadian ini mau protes apa, kan masyarakat sendiri yang menilai penerbangan Lion Air kaya apa dari masyarakat yang menilai ini kejadian bukan yang pertama kan," ungkap Umar.

Sejauh ini pihak keluarga berusaha untuk tabah dan mendoakan yang terbaik, bahkan kata Umar, pihak keluarga besar beserta kerabat dan tetangga telah menggelar salat gaib di masjid dekat rumah agar istrinya bisa mendapatkan tempat di sisi Allah sebagai khusnul khotimah.

"Harapan cepat ketemu bisa teridentifikasi bisa di bawa pulang, dan dikebumikan," ungkap Umar.

Yunita Sapitri sendiri merupakan pegawai Badan Pemeriksa Keungan (BPK) yang sejak tiga tahun lalu berdinas di Pangkal Pinang, biasanya setiap satu atau dua pekan sekali ia balik ke Bekasi.

Pada senin, 29 Oktober 2018, Yunita dijadwalkan kembali ke Pangkal Pinang menggunakan pesawat maskapai Lion Air. Namun nahas, pesawat yang ditumpanhinya mengalami kecelakan dan jatuh di perairan Karawang Jawa Barat.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved