Pencinta Kue Talam Hijau? Yuk Datang ke Festival Kampung Kerak Telor

Kue talam khas kuliner Betawi yang satu ini sudah terbilang langka dan jarang dikenal oleh khalayak umum.

Pencinta Kue Talam Hijau? Yuk Datang ke Festival Kampung Kerak Telor
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Kue Talam hijau daun suji merupakan makanan khas Betawi ditemui di Festival Kampung Kerak Telor Mampang Prapatan, pada Sabtu (3/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, MAMPANG PRAPATAN - Kue talam khas kuliner Betawi yang satu ini sudah terbilang langka dan jarang dikenal oleh khalayak umum.

Lantaran, penjual kue talam hijau ini sudahjarang terlihat.

Kendati demikian, kamu masih bisa temukan penjual kue talam hijau di Festival Kampung Kerak Telor Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Sekarang sudah mulai jarang yang jual, karena banyak yang udah enggak bikin lagi. Yang bikin kebanyakan udah generasi tua. Yang muda sudah males bikin, lama mungkin pembuatannya," tuturnya kepada TribunJakarta.com, Sabtu (3/11/2018).

Tampak Dahlia menjajakan kue talam dengan aneka macam jenis.

Putus dengan Reino Barack, Luna Maya Beberkan Fakta Sebenarnya Ini Tak Akan Berjalan Mudah

Laura Lazarus Mantan Pramugari Gemetar Dengar Musibah Lion Air PK-LQP: 14 Tahun Saya Masih Trauma

Cerita Keluarga Korban Lion Air PK-LQP, Firasat Sang Istri hingga Gurauan Terakhir Deryl Fida

"Ada kue talam hijau, kue talam bumbu, talam bawah hijau belakang coklat, dan talam bawah putih atas coklat," lanjutnya.

Dahlia kemudian menunjukkan kue talam hijau gula merah yang terbuat dari bahan alami tanpa campuran bahan kimia.

"Talam itu bahan dasarnya tepung beras dan sagu, ditambah santan jadi gurih. Bumbunya ada yang serundeng dan ebi, tapi kalau talam hijau dari daun suji sausnya disiram gula nerah cair. Kuat selama sehari aja," paparnya.

Kini, lanjut Dahlia, kue ini biasanya dijumpai di acara tertentu saja.

"Biasanya acara besar saja, kawinan adat Betawi atau besanan kemudian juga khitanan," tandas dia.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ilusi Insiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved