Pilpres 2019

Jokowi Ajak Masyarakat Hijrah dari Sering Mengeluh ke Selalu Bersyukur

Setidaknya sudah dua kali calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo berbicara mengenai hijrah.

Jokowi Ajak Masyarakat Hijrah dari Sering Mengeluh ke Selalu Bersyukur
Kompas.com/Fabianus Januarius Kuwado
Calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo saat menghadiri deklarasi dukungan dari keluarga almarhum Tubagus Chasan Sochib di Kota Serang, Banten, Sabtu (3/11/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM, SERANG - Setidaknya sudah dua kali calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo berbicara mengenai hijrah.

Ia menyoal itu saat menghadiri deklarasi dukungan dari Repnas di Hotel Fairmont Jakarta, Sabtu (3/11/2018) pagi.

Kata hijrah kembali Jokowi singgung ketika berpidato dalam acara deklarasi dukungan dari keluarga besar almarhum Tubagus Chasan Sochib, ulama dan pendekar silat di Banten, Sabtu (3/11/2018) malam.

"Saya mengajak kita semuanya mari kita bersama-sama mulai hijrah dari ujaran-ujaran kebencian ke ujaran-ujaran kebenaran. Mari kita hijrah dari sering mengeluh-mengeluh, hijrah untuk selalu bersyukur, bersyukur," ujar Jokowi.  

"Mari kita hijrah dari suka suudzon, berprasangka buruh, menjadi husnudzon berprasangka baik dengan sesama. Saya juga mengajak kita hijrah dari membuat kegaduhan menjadi menjalin persatuan, kesatuan dan kerukunan," lanjut dia.

Terakhir, Jokowi juga mengajak masyarakat Indonesia hijrah dari hal-hal yang berujung pada perpecahan ke aksi-aksi mendukung persatuan.

"Ini saya sampaikan untuk mengingatkan kita, suka lupa bersyukur. Lupa nikmat yang diberikan kepada kita," ujar Jokowi.

Saat menghadiri deklarasi dukungan dari Repnas di Hotel Fairmont Jakarta, Sabtu pagi, Jokowi mengajak rakyat Indonesia untuk hijrah.

"Saya mengajak kita semua untuk hijrah," ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan dari sekitar 1.000 relawan yang hadir.

"Hijrah dari pesimisme ke optimisme. Hijrah dari perilaku konsumtif ke produkftif," lanjut dia.

Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk hijrah ke sifat-sifat positif. 

Jokowi juga meminta masyarakat hijrah dari yang senang perpecahan menjadi senang persatuan dan kesatuan. Hijrah dari kebijakan monopoli ke kompetisi.

"Yang terakhir, hijrah dari individualistik ke kolaborasi. Bekerja bersama-sama," ujar Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Jokowi: Mari Bersama-sama Hijrah dari Ujaran Kebencian ke Ujaran Kebenaran...

Editor: Y Gustaman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved