Lion Air JT610 Jatuh

Keluarga Korban: Penyelam yang Temukan Banyak Jenazah Harusnya Dapat Penghargaan, Bukan Black Box!

Saepi, salah seorang perwakilan keluarga korban menyayangkan tim yang tak mengutamakan pengangkatan korban Lion Air PK-LQP di dasar laut.

Keluarga Korban: Penyelam yang Temukan Banyak Jenazah Harusnya Dapat Penghargaan, Bukan Black Box!
Tangkapan layar YouTube Kompas TV
Salah seorang perwakilan keluarga korban menyampaikan keluhannya depan pemerintah di Ibis Jakarta, Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Para keluarga korban Lion Air PK-LQP menyampaikan keluhannya lantaran keluarganya belum bisa ditemukan hingga hari ini.

Selama sekurangnya 7 hari menunggu kepastian, akhirnya keluarga korban blak-blakan mengenai apa yang mereka keluhkan dalam konferensi pers bersama Basarnas, TNI, Kementerian Perhubungan, KNKT, DVI Polri dan Jasa Raharja.

Sesi keluhan itu dilangsungkan di Ibis Jakarta, Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuka sesi tersebut.

Satu perwakilan keluarga korban, Saepi, AN 001 menyampaikan apresiasinya kepada tim yang mengevakuasi korban dan badan pesawat Lion Air PK-LQP.

Namun apresiasinya itu tak ditujukan pada tim DVI Polri.

"Kecuali DVI Polri, kami belum ucapkan terima kasih, karena jasad keluarga kami belum ditemukan," ungkap Saepi seperti dikutip kanal YouTube Kompas TV, Senin (5/11/2018).

Ia juga menyesalkan, peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air tak terjadi sekali ini saja.

Saepi menilai, hal tersebut menjadi cerminan bahwa sensitivitas dari pihak regulator, dalam hal ini Menteri Perhubungan, masih kurang.

"Kejadian Lion Air sudah berkali-kali tanpa ada sensitivitas dari pihak regulator."

Halaman
123
Penulis: Erlina Fury Santika
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved