Lion Air JT610 Jatuh

Cerita Kakansar Jakarta Hendra Sudirman Tak Tega Ditanyai Keluarga Korban Lion Air PK-LQP

Ada alasan kuat Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman baru kali ini tumben menghadapi keluarga korban Lion Air PK-LQP.

Cerita Kakansar Jakarta Hendra Sudirman Tak Tega Ditanyai Keluarga Korban Lion Air PK-LQP
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman saat diwawancarai di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (8/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Dewi, istri korban kecelakaan Lion Air PK-LQP bernama Rudi Lumbantoruan, mendatangi posko Basarnas di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Kamis (8/11/2018) sore.

Kedatangannya untuk mencari dokumen milik suaminya.

Ia disambut ramah oleh petugas Basarnas, salah satunya Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman yang sore ini sedang berada di posko.

Hendra beserta petugas lainnya terlihat sabar menjawab segala pertanyaan Dewi perihal keberadaan salah satu dokumen milik suaminya.

Meski Dewi tak mendapatkan dokumen itu, dia menerima arahan dari Basarnas untuk menanyakan ke tim DVI RS Polri yang sudah menerima semua barang milik korban temuan tim SAR dari lokasi jatuhnya pesawat di perairan Tanjung Karawang.

Hendra mengatakan dirinya baru hari ini bersedia menerima dan mengarahkan keluarga korban.

Sebelum-sebelumnya, Hendra tak pernah menemui keluarga korban saat mereka datang ke posko Dermaga JICT II. Mereka diterima oleh petugas Basarnas lainnya.

Di balik sikapnya yang tegas, Hendra mengaku belum pernah menerima keluarga korban secara langsung karena tidak tega melihat mereka.

Terlebih apabila keluarga korban menanyakan perihal kondisi korban.

"Baru kali ini, biasanya saya enggak mau nerima. Saya enggak tega. Saya mau jawab apa, karena tadi dia nanya pak ada nggak kemungkinan badannya utuh, saya mau jawab apa, saya juga diam aja nggak ngejawab," ucap Hendra.

Hendra mengaku apabila keluarga korban menanyakan kepadanya soal kondisi korban, dirinya hanya bisa terdiam sejenak.

Lalu, yang bisa Hendra lakukan adalah menguatkan keluarga korban untuk tetap tegar menjalani kenyataan yang ada.

"Ya saya diam saja. Saya nggak bisa ngomong. Saya hanya bisa bilang ibu yang sabar, kuatin anak-anak ibu," beber Hendra.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved