DPRD: Evaluasi Kartu Sehat Bekasi Dinilai Berorintasi Membengkaknya Alokasi Anggaran

Beratnya beban anggaran untuk alokasi dana program KS dapat dilihat dari membengkaknya usulan anggaran APBD.

DPRD: Evaluasi Kartu Sehat Bekasi Dinilai Berorintasi Membengkaknya Alokasi Anggaran
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
warga saat menunjukkan Kartu Sehat 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bekasi Chairuman J Putro menilai, evaluasi Kartu Sehat Bekasi (KS) yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi berorientasi pada semakin membengkaknya alokasi anggaran yang digelontorkan untuk program jaminan kesehatan tersebut.

Chairuman mengatakan, harusnya Pemkot Bekasi memahami sejaka awal mengeluarkan program KS, bahwa layanan kesehatan harus berorintasi pada preventif promotif.

Dimana peran puskesmas adalah ujung tombak sebagai sistem rujukan dan fasilitas kesehatan pertama.

"Nah saya melihatnya evaluasi yang dilakukan walikota justru bukan karena ini, justru karena terbentur dengan anggaran gitu, harusnya kita berpikir bagaimana mengembangkan puskesmas itu tadi menjadi ujung tombak menggerakkan masyarakat untuk pola hidup sehat," kata Chairuman, Kamis (8/11/2018).

Dia menambahkan, sistem rujukan KS harusnya dilakukan sejak awal program itu dikeluarkan, jika sistem rujukan KS baru diberlakuka saat ini ketika program sudah berjalan kurang lebih setahun.

Artinya selama ini Pemkot Bekasi justru membirkan masyarakatnya secara bebas berobat ke rumah sakit.

Padahal peran rumah sakit hanya bersifat pengobatan atau rehabilitasi, dua fungsi itu berbeda dengan puskesmas.

Pelayanan kesehatan yang baik itu yang berorientasi pada preventif promotif, mengembalikan kepada fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama yakni puskesmas.

"Warga pertama kali mendatangi puskesmas dengan melakukan pelayanan di puskesmas maka pihak puskesmas melakukan analisa masalah apa yang tengah berkembang di masyarakat, adakah potensi menular dan langkah antisipatif apa yang harus dilakukan, biar semua itu dilakukan di puskesmas bukan rumah sakit," jelas dia.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved