Info Kesehatan

Perempuan Hamil Baiknya Hindari Kucing, Ini Penjelasan Medisnya

Wanita hamil yang terkontaminasi parasit ini bisa mengalami keguguran, bayi lahir cacat, prematur, atau bahkan meninggal.

Perempuan Hamil Baiknya Hindari Kucing, Ini Penjelasan Medisnya
istimewa
Ilustrasi kucing 

TRIBUNJAKARTA.COM - Dalam kaitan dengan penyakit, kucing terkenal sebagai penyebar utama penyakit toksoplasmosis yang disebabkan oleh Taxoplasma gondii, sejenis parasit protozoa.

Kucing memang merupakan induk semang sejati parasit toksoplasma.

Siklus hidup seksual parasit toksoplasma berlangsung di dalam usus kucing dan berakhir dengan terbentuknya ookista (bulatan kista besar berisi dua kista kecil yang jika pecah akan mengeluarkan parasit aktif).

Ookista ini kemudian tersebar melalui tinja kucing. Seekor kucing dapat mengeluarkan ± 10 juta ookista sehari selama dua minggu dalam tinjanya.

Wanita hamil yang terkontaminasi parasit ini bisa mengalami keguguran, bayi lahir cacat, prematur, atau bahkan meninggal.

Macam-macam cacat akibat infeksi toksoplasmosis di antaranya hidrosefalus (kepala besar akibat penyumbatan saluran cairan otak), retinokoroiditis (radang pada lapisan koroid dan retina mata), kalsifikasi intrakranial (pengapuran jaringan otak), dan jika disertai kelainan psikomotorik dikenal dengan sebutan tetrade Sabin.

Ada kalanya hanya ditemukan sikatriks (parut) pada retina yang menunjukkan adanya infeksi aktif tanpa banyak kerusakan selama dalam kandungan, namun dapat kambuh pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa.

Pada bayi lahir prematur, gejala klinis biasanya lebih berat daripada bayi lahir cukup bulan, di antaranya disertai kelainan susunan saraf pusat dan lesi mata.

Sepanjang tidak terjadi gangguan sistem kekebalan tubuh, sang ibu tidak merasakan gejala apa pun.

Kalau pun sakit, paling-paling hanya berupa pembesaran kelenjar getah bening, biasanya pada leher bagian belakang, serta sedikit demam. Tanpa dirasa tahu-tahu si janin terinfeksi. parasit lewat plasenta.

Halaman
12
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved