Lion Air JT610 Jatuh

Satu Minggu Setelah Musibah Lion Air PK-LQP, Bisnis Lion Air Merosot

"Sekarang kami berusaha terus bagaimana mengembalikan kepercayaan publik terhadap perusahaan penerbangan Indonesia ini," katanya.

Satu Minggu Setelah Musibah Lion Air PK-LQP, Bisnis Lion Air Merosot
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Pusat pelayanan Maskapai Lion Air di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (8/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Satu minggu lebih musibah bencana jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP terjadi di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Musibah tersebut berdampak langsung dengan bisnis pada maskapai besutan Rusdi Kirana.

"Kami sekarang memang sedang sedih, kami sedang dalam posisi yang memang secara bisnis penerbangan di posisi terendah," kata Managing Director Lion Air Group, Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Kamis (8/11/2018).

Padahal, beberapa hari setelah jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP belum ada dampak signifikan yang dialami dari maskapai berlogo singa merah tersebut.

Dilihat dari proses pembatalan (refund) dan perubahan jadwal (reschedule) yang berlebihan oleh penumpang dianggap masih dalam batas wajar dan normal.

Pusat pelayanan Maskapai Lion Air di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (8/11/2018).
Pusat pelayanan Maskapai Lion Air di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (8/11/2018). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

"Sekarang kami berusaha terus bagaimana mengembalikan kepercayaan publik terhadap perusahaan penerbangan Indonesia ini," katanya.

Pengembalian kepercayaan masyarakat dilakukan melalui informasi yang positif serta, menjaga solidaritas pada karyawan.

"Untuk saat ini kami untuk memotivasi kepada seluruh karyawan kami tetap bertahan dan tetap semangat. Kami juga akan mengevaluasi seluruh training kami, baik itu training awak pesawat, kabin, ground staff dan yang lainnya," kata Daniel.

Diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP jatuh di perairan Karawang pada Senin (29/10/2018).

Pesawat tujuan Jakarta-Pangkalpinang tersebut menangkut 189 penumpang termasuk 7 kru kabin.

Hingga saat ini, 51 jenazah sudah berhasil diindentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved