Anies Baswedan Ungkap Cerita Misi Diplomatik Sang Kakek Hingga Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Anies menilai kini saatnya generasi penerus melanjutkan apa yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan kemerdekan terdahulu

Anies Baswedan Ungkap Cerita Misi Diplomatik Sang Kakek Hingga Diberi Gelar Pahlawan Nasional
istimewa
Anies Baswedan, bersama keluarga di Istana Merdeka saat menghadiri undangan penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada AR Baswedan 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengucapkan rasa terimakasih kepada pemerintah atas gelar Pahlawan Nasional yang dianugerahkan kepada sang kakek, Abdurrahman Baswedan atau AR Baswedan.

Sebab, AR Baswedan telah berjuang dalam sebuah misi diplomatik kenegaraan yang terjadi di tahun 1947 silam.

"Peran AR Baswedan yang sering disebut adalah beliau bersama dengan H Agus Salim menjalankan misi diplomatik tahun 1947 untuk dapat pengakuan de jure dan de facto dari Mesir di awal kemerdekaan. Surat pengakuan yang ditandatangani oleh PM Mesir itu dibawa dalam perjalanan berbulan-bulan oleh AR Baswedan dari Mesir ke Indonesia," kata Anies Baswedan dalam akun instagramnya, Kamis (8/11/2018).

Dalam akun instagramnya, Anies mengungkapkan cerita dibalik misi diplomatik yang dijalankan oleh kakeknya itu.

Mulai dari perjalanan surat yang disembunyikan dibalik kaus kaki, hingga terancam akan tertangkap oleh Belanda jika surat tersebut ketahuan.

Kronologis Mapolsek Penjaringan Diserang, Rohandi Bawa Golok dan Pisau Babi Sabet Polisi

Serang Mapolsek Penjaringan, Rohandi Ingin Mati Ditembak Polisi

Hadapi PS Tira di Wibawa Mukti, Marko Simic Minta The Jakmania Penuhi Stadion

"Agar lolos melewati pemeriksaan Belanda, surat dilipat dan dimasukan ke kaos kaki. Bila tertangkap, selesailah misinya. Musnah suratnya, tak jelas nasib pembawanya. Untung lolos. Surat itu dibawa ke Yogyakarta dan diserahkan kepada Presiden Soekarno. Sebuah babak baru: sejak itu ada pengakuan de jure dan de facto atas kemerdekaan RI," katanya.

Menurut Anies, ini bukanlah hal yang mudah. Karena itu, Anies menilai kini saatnya generasi penerus melanjutkan apa yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan kemerdekan terdahulu.

"Kami sampaikan apresiasi dan terimakasih ke semua pihak yang terlibat dalam proses pengusulan dari Yogya tahun 2011 hingga pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada AR Baswedan," ungkapnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved