Anies Hadiri Hari Ciliwung Condet, Bertepatan 7 Tahun Penemuan Bulus Raksasa

Menurut Anies ditemukannya penyu raksasa di Sungai Ciliwung menandakan bahwa, sungai tersebut dari waktu ke waktu.

Anies Hadiri Hari Ciliwung Condet, Bertepatan 7 Tahun Penemuan Bulus Raksasa
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Hari Ciliwung ke-7, di Taman Komunitas Ciliwung Condet, Jakarta Timur, Minggu (11/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar 

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMATJATI - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Hari Ciliwung ke-7, yang diselenggarakan di Taman Komunitas Ciliwung Condet, Kramatjati, Jakarta Timur.

Adapun penetapan tanggal 11 November sebagai Hari Ciliwung, karena pada tanggal tersebut, tepatnya tujuh tahun silam di Sungai Ciliwung pernah ditemukan bulus atau penyu raksasa.

"Jadi hari ini saya datang untuk ikut merayakan hari Ciliwung, yang diselenggarakan oleh teman-teman komunitas Ciliwung Condet dan ini yang ke-7 setiap tanggal 11 November. Sejak ditemukannya penyu raksaksa 11 November tahun 2011," ujar Anies Baswedan, Minggu (11/11/2018).

Anies menjelaskan, ditemukannya penyu raksasa di Sungai Ciliwung menandakan bahwa, sungai tersebut dari waktu ke waktu semakin bersih dari sampah.

Sehingga sejumlah hewan air pun, dapat bertahan hidup di sungai yang kerap meluap saat musim hujan seperti saat ini.

"Sungai adalah tempat ekosistem, di mana keanekaragaman hayati itu harus bisa tumbuh berkembang. Itulah sebabnya. Enggak apa kita sangat mendorong sekali pentingnya mengembalikannya (kebersihan sungai)," ujar Anies Baswedan.

Dirinya berharap kepada semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, ataupun komunitas untuk bersama-sama menjaga ekosistem Sungai Ciliwung.

"Kami akan melakukan kolaborasi itu dan kita sendiri di Pemprov (DKI Jakarta) sudah berkoordinasi dengan BBWSCC," ujar Anies Baswedan.

Sebelumnya, bulus raksasa (Chitra chitra javanensis ) pernah ditemukan di Sungai Ciliwung, pada Senin (14/11/2011) dan sempat menggegerkan warga sekitar. Bulus itu berukuran 140 x 90 cm dengan berat 140 kg.

Bulus tersebut diketahui merupakan satwa dilindungi berdasarkan PP7/1999 dan masuk dalam kategori "Terancam Punah" dalam Red List International Union for Conservation of Nature (IUCN)

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved