Ingin Punya Pusat Kesenian Berkelas Internasional, Anies Berencara Revitalisasi Taman Ismail Marzuki

Sudah saatnya DKI Jakarta memiliki pusat kesenian berkelas internasional yang dapat dibanggakan, seperti yang dimiliki oleh kota-kota besar negara

Ingin Punya Pusat Kesenian Berkelas Internasional, Anies Berencara Revitalisasi Taman Ismail Marzuki
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (2/3/2018). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana akan merevitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat, dimana rencana tersebut telah dicanangkan dalam acara HUT ke 50 tahun TIM tadi malam, Sabtu (10/11/2018).

Anies menyebut, sudah saatnya DKI Jakarta memiliki pusat kesenian berkelas internasional yang dapat dibanggakan, seperti yang dimiliki oleh kota-kota besar negara lainnya.

Melalui rencana revitalisasi ini, nantinya diharapkan mampu menciptakan ruang inklusif bagi para seniman dan masyarakat, sehingga perkembangan seni dan budaya di Ibu Kota dapat semakin pesat.

"Kami menginginkan di tempat ini menjadi sebuah ekosistem, baik di TIM-nya maupun di Jakarta. Bila di Jakarta tumbuh ekosistem yang baik, pemerintah lah yang memfasilitasi tapi yang menumbuhkan ekositem adalah pelaku-pelakunya. Kita ingin peringatan 50 tahun TIM menjadi penanda bahwa pemerintah akan konsisten berkolaborasi dengan para seniman dan budayawan di Jakarta," kata Anies, dalam keterangan tertulis Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Diketahui, Anies telah membentuk tim revitalisasi bagi pusat kesenian di wilayah Jakarta pusat tersebut. Dimana, tim itu tak hanya sekedar mengatur urusan revitalisasi saja, melainkan juga menjadi fasilitator bagi revitalisasi tersebut.

"Tanpa ada sebuah kelompok kerja kecil, akan sulit kita bekerja secara terstruktur,” kata Anies.

Kendati demikian, sang arsitek Rencana Besar Revitalisasi PKJ TIM, Andra Matin, mengungkapkan bahwa nantinya desain revitalisasi ini menginginkan untuk mengembalikan nafas atau soul yang ada pada bangunan TIM pada saat pertama kali dibuat tahun 1968, yakni sebagai bangunan yang sangat inklusif, terbuka, dan guyub.

Andra menjelaskan, nantinya revitalisasi tersebut akan berlangsung dalam beberapa tahapan dan dikerjakan dengan proyek yang multi-years, kurang lebih dalam kurun waktu empat tahun.

“Kami melihat ada bangunan yang sangat baru, seperti Teater Jakarta, itu akan kami keep. Kemudian, ada Planetarium, dengan sejarahnya, dengan fungsinya yang cukup baik, secara interior akan kami pertahankan. Namun, eksteriornya akan menyesuaikan dengan desain kami yang baru. Kemudian, di bagian belakang teater tertutup itu juga dipertahankan, tapi ada satu bagian yang sekarang ada XXI itu akan kami hilangkan dan fungsinya dipindahkan ke gedung baru,” kata Andra.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved