Menag: Perubahan Buku Menjadi Kartu Nikah Agar Bisa Masuk Saku

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, perubahan buku nikah menjadi kartu nikah agar dokumen administrasi pernikahan bisa masuk saku.

Menag: Perubahan Buku Menjadi Kartu Nikah Agar Bisa Masuk Saku
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di acara Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) untuk guru madrasah di Bekasi, Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, perubahan buku nikah menjadi kartu nikah agar dokumen administrasi pernikahan bisa masuk saku.

"Kita ingin simpel saja seperti KTP atau ATM yang lain, jadi itu bisa dimasukkan ke dalam saku bisa disimpan di dalam dompet," kata Lukman setelah berceramah Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Bekasi, Sabtu (10/11/2018).

Jika transformasi buku nikah menjadi kartu nikah sudah berjalan, setiap warga atau pasangan suami isteri akan dapat lebih mudah membawa bukti adminitrasi pernikahan kemana saja.

Pasalnya buku nikah yang ada sekarang dirasa cukup besar dan tebal, sehingga menyulitkan untuk dibawa kemana-mana.

"Sehingga kemudian itu bisa memudahkan kita semua ketika kita harus meregistrasi atau memerlukan catatan apakah kita sudah nikah atau belum dan seterusnya dan seterusnya," jelas dia.

Selain mengubah buku nikah menjadi kartu nikah, Kementerian Agama akan membangun sistem aplikasi SIMKA (Sistem Aplikasi Manajemen Nikah).

Dilansir dari Tribunnews.com, Kartu nikah diluncurkan secara resmi pada 8 November 2018 kemarin.

Disampaikan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Mohsen, pilot project kartu nikah baru diterapkan di KUA-KUA kota besar di Indonesia.

Kemenag menargetkan pada 2018 ini, akan mengeluarkan 1 juta kartu nikah pada pasangan yang menikah di tahun yang sama.

Sementara, bagi yang telah menikah pemberian kartu nikah akan dilakukan secara bertahap.

"Iya yang baru (menikah) dulu 2018. Kita prioritaskan 1 juta ini. Jadi mereka yang belum mendapatkan kartu nikah dan sudah nikah dan datanya ada itu bisa mendapatkan kartu nikah," terang Mohsen.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved