Lion Air JT610 Jatuh

KNKT Bantah Dugaan Sinyal Ping Lion Air PK-LQP Mati Akibat Terendam Lumpur

Soerjanto Tjahjono memastikan upaya pencarian black box berisi cockpit voice recorder (CVR) terus dilakukan

KNKT Bantah Dugaan Sinyal Ping Lion Air PK-LQP Mati Akibat Terendam Lumpur
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Ketua Komite Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (12/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pencarian korban pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat  telah dihentikan pada Senin (29/10/2018).

Meski demikian, Ketua Komite Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono memastikan upaya pencarian black box berisi cockpit voice recorder (CVR) terus dilakukan.

Soerjanto pun mengatakan telah melakukan uji coba bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait dugaan sinyal ping CVR tidak terdeteksi akibat tertimbun lumpur.

Dari kajian tersebut, terbukti bahwa dugaan tersebut tidaklah benar.

"Kami kemarin sampai mengadakan simulasi ada satu pinker kita ikat di pipa dan masukkan ke dalam lumpur. Terus kita coba kita dengarkan dan ternyata masih bisa dideteksi," kata Soerjanto di Kantor Kementerian Perhubungan RI, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).

"Jadi asumsi selama ini bahwa kemungkinan kalau masuk lumpur pinker tidak bekerja, itu sudah hilang," lanjutnya.

Hingga saat ini diketahui sinyal ping milik Lion Air PK-LPQ belum ditemukan.

Menurut Soerjanto, ada kemungkinan CVR pesawat tersebut rusak saat menghantam laut.

Pengamat Ekonomi Faisal Basri Sebut Ongkos Pemilu di Indonesia Semakin Mahal

Polisi Tangkap Wanita Pelaku Penodongan yang Kerap Beroperasi di Terminal Tanjung Priok

"Artinya kalau sekarang pinkernya tidak bekerja kemungkinan pada waktu pesawat mengalami kecelakaan si pinker juga mengalami kerusakan," jelas dia.

Saat ini pihaknya, dibantu 10 penyelam dan satu kapal dengan teknologi canggih Sub-Bottom Profiling dari Badan SAR Nasional (Basarnas) terus melakukan pencarian.

Ia mengatakan penemuan CVR ini akan sangat membantu proses investigasi terkait human factor, mengingat alat itu merekam percakapan pilot dan kru pesawat.

"Kami KNKT meski dari SAR sudah dinyatakan selesai, namun dari SAR tetap membantu KNKT dengan tetap menyatakan 10 orang divernya (penyelam) dan satu rate (kapal) kita pakai untuk transportasi dari pelabuhan ke tempat crash (kecelakaan)," tukasnya.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved