Lion Air JT610 Jatuh

Mengenal Kombes Lisda Cancer, Dokter di balik Keberhasilan DVI Identifikasi Korban Lion Air PK-LQP

Keberhasilan mengungkap identitas sejumlah penumpang pesawat naas ini tak terlepas dari kepiawaian seorang wanita berusia 50 tahun bernama Lisda Cance

Mengenal Kombes Lisda Cancer, Dokter di balik Keberhasilan DVI Identifikasi Korban Lion Air PK-LQP
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala DVI Polri Kombes Pol Lisda Cancer saat ditemui awak media selepas rilis resmi operasi penyelamatan penumpang Lion Air PK-LQP di RS Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (13/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Dua minggu pascatragedi maut pesawat Lion Air PK-LQP, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi sebanyak 82 penumpang.

Keberhasilan mengungkap identitas sejumlah penumpang pesawat naas ini tak terlepas dari kepiawaian seorang wanita berusia 50 tahun bernama Lisda Cancer.

Ya wanita yang kini berpangkat komisaris besar polisi (Kombes Pol) ini merupakan kepada bidang (Kabid) DVI Polri.

Lisda Cancer lah yang selama ini mengkoordinir pengumpulan data baik di posko antemortem maupun postmortem RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Ibu tiga anak ini menceritakan,awal mula tertarik di dunia forensik lantaran melihat sejumlah seniornya di Universitas Indonesia (UI) masuk menjadi anggota TNI maupun Polri.

"Saat kuliah saya ikut Menwa (Resimen Mahasiswa), terus lihat senior banyak yang masuk angkatan (TNI dan Polri), jadi saya tertarik dan ternyata lolos di kepolisian," kata Lisda Cancer, Selasa (13/11/2018).

Wanita lulusan kedokteran gigi UI ini memulai karier kepolisiannya sejak tahun 1995 dan resmi bergabung di Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri tahun 2004.

"Lulus kedokteran gigi tahun 1994, kemudian masuk pendidikan polisi sembilan bulan. Penempatan pertama di Sekolah Kepolisian Wanita dari tahun 1995 sampai 2003," ujarnya saat ditemui TribunJakarta.com di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal, RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

"Lalu saya melanjutkan pendidikan di sekolah perwira, sampai tahun 2004 dan kemudian masuk ke Pusdokkes Polri," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved