Lion Air JT610 Jatuh

RS Polri Akan Terbitkan Sertifikat Kematian Khusus Bagi WNA Korban Lion Air PK-LQP

RS Polri akan menerbitkan sertifikat kematian khusus bagi warga negara asing (WNA) asal Italia, yang menjadi korban Lion Air PK-LQP.

RS Polri Akan Terbitkan Sertifikat Kematian Khusus Bagi WNA Korban Lion Air PK-LQP
TribunJakarta.com/ Nawir Arsyad Akbar
Kepala Forensik Rumah Sakit Bhayangkara I R. Said Sukanto (RS Polri) Polri, Kombes Pol Edy Purnomo, di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (13/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nawir Arsyad Akbar

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMATJATI - Rumah Sakit Bhayangkara I R. Said Sukanto (RS Polri), akan menerbitkan sertifikat kematian khusus bagi warga negara asing (WNA) asal Italia, yang menjadi korban dalam kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Forensik RS Polri Kombes Pol Edy Purnomo, usai prosesi pemyerahan jenazah di depan Ruang Postmortem RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

"Untuk WNA asal Italia atas nama Andrea Manfredi, kami akan buatkan khusus sertifikat kematian, bukan surat kematian. Sertifikat kematian ini berlaku internasional," ujar Edy Purnomo, Selasa (14/11/2018).

Sertifikat kematian bagi WNA asal Italita tersebut, nantinya akan berbahasa Inggris yang disebut sebagai 'certificate of death', dan akan diserahkan langsung ke pihak yang bersangkutan.

Saat ini pihak RS Polri tengah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Italia untuk Indonesia, guna kelengkapan data untuk proses pembuatan sertifikat kematian.

"Kami bisa mengeluarkan sertifikat kematian dengan cepat. Formulirnya sudah disiapkan. Namun, untuk jenazah Andrea, RS Polri masih menunggu kelengkapan data dan konfirmasi dari pihak Kedutaan Besar Italia," ujar Edy Purnomo.

Ikut Operasi SAR Lion Air PK-LQP, 25 Penyelam Relawan POSSI Dapat Penghargaan

Jenazah Shandy Johan, Korban Lion Air PK-LQP Dimakamkn di TPU Kebon Nanas

Hari ke-16 pasca pesawat Lion Air PK-LQP jatuh di Tanjung Pakis, Karawang pada 29 Oktober, tim Disaster Victim Identification (DVI) telah mengidentifikasi 85 identitas penumpang, diantaranya terdiri atas 64 laki-laki dan 21 perempuan.

Dengan begitu, ada 104 penumpang yang belum dapat diidentifikasi tim Identifikasi Korban Bencana Kepolisian Indonesia.

Adapun sertifikat kematian warga negara Indonesia yang menjadi korban, sudah diserahkan langsung oleh pihak RS Polri kepada keluarga korban.

Penulis: Nawir Arsyad Akbar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved