Lion Air JT610 Jatuh

Sambangi RS Polri, Kedubes Italia Minta Jenazah Manfredi Dipulangkan Setelah Identifikasi Selesai

Kedutaan Besar Kedubes Italia sambangi RS Polri Kramatjati mengurus kepulangan warga negaranya yang menjadi korban kecelakaan Lion Air PK-LQP

Sambangi RS Polri, Kedubes Italia Minta Jenazah Manfredi Dipulangkan Setelah Identifikasi Selesai
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
20 kantong jenazah berisi korban pesawat Lion Air PK-LQP di Dermaga JICT II, Selasa (6/11/2018) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Guna mengurus rencana penyerahan jenazah Warga Negara Asing (WNA) yang jadi korban kecelakaan Lion Air PK-LQP, Kedutaan Besar Kedubes Italia sambangi RS Polri Kramatjati.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Rumah Sakit Polri Said Sukanto Kramat Jati Brigjen Pol Musyafak saat konferesi pers update terbaru operasi Disaster Victim Identification (DVI) Polri sore tadi.

"Terkait dengan WN Italia, perwakilan Kedubes Italia sudah datang untuk berkoordinasi dan menyampaikan permintaan keluarga penumpang terkait rencana penyerahan dan evakuasi kesana," ucapnya, Kamis (15/11/2018).

Dikatakan Musyafak, pihak keluarga melalui perwakilan Kedubes Italia meminta jenazah penumpang bernama Andrea Manfredi itu dipulangkan ke negara asalnya setelah proses identifikasi selesai.

"Konsulat kedutaan mohon agar (jenazah) tetap disini sementara waktu, sampai pemeriksaan DNA selesai. Mana tahu kalau ada body part lagi yang teridentifikasi," ujarnya di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal, RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Korban Lion Air PK-LQP Asal Italia Masih Berada di RS Polri Kramatjati

Update Korban Lion Air PK-LQP: 3 Orang Penumpang Teridentifikasi Hari Ini

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Minta Kejelasan Soal surat Kematian

Sebelumnya, jenazah Manfredi berhasil teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) pada Selasa (13/11/2018) lalu.

Ia berhasil teridentifikasi bersama dengan dua penumpang lainnya, yaitu Adonia Magdiel Bongkal (52) dan Alfiani Hidayatul Solikah (19) melalui pemeriksaan sampel DNA.

Posko antemortem RS Polri Kramatjati sendiri berhasil memperoleh sampel DNA pembanding langsung dari keluarga korban yang berada di Italia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved