Lion Air JT610 Jatuh

Mengenal Putut Cahyo, Pria Dibalik Keberhasilan Mengungkap Identitas Korban Lion Air Lewat DNA

"Waktu itu saya cuma nganter teman daftar polisi, terus iseng aja daftar. Padahal saya enggak bawa berkas, tapi malah saya yang dipanggil," ujarnya.

Mengenal Putut Cahyo, Pria Dibalik Keberhasilan Mengungkap Identitas Korban Lion Air Lewat DNA
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Kombes Pol Putut Cahyo Widodo saat ditemui awak media di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (16/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sejak tanggal 10 November 2018 operasi pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP tujuan Pangkal Pinang telah dihentikan.

Total ada 195 kantong jenazah yang telah diterima oleh pihak RS Polri  Kramatjati sejak hari pertama hingga tanggal 10 November 2018 kemarin.

Meski proses evakuasi telah dihentikan, namun identifikasi terus dilanjutkan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Untuk proses identifikasi, kini tim DVI sangat bergantung pada pemeriksaan sampel DNA.

Ini terjadi karena bagian tubuh yang diterima oleh pihak RS Polri tak lagi memungkinkan untuk diidentifikasi menggunakan metode primer lainnya, seperti gigi gerigi (odontologi) dan sidik jari.

Hingga saat ini metode pemeriksaan DNA terbukti ampuh mengidentifikasi para penumpang pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu.

Dibalik keberhasilan mengungkap identitas para penumpang pesawat naas itu menggunakan metode pemeriksaan DNA, ada seorang pria yang sangat berjasa bekerja di balik layar.

Ia adalah Putut Cahyo Widodo, Kepala Laboratorium DNA DVI Polri.

Pria berumur 58 tahun yang kini berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) ini telah mengabdikan dirinya bagi negara sejak tahun 1989.

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved