Pemprov DKI dan PT KAI Sepakat Kelola Bersama Aset Skybridge Tanah Abang

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho sebut tidak tepat saling klaim aset antara PT KAI dengan Pemprov DKI terkait Jalan Jatibaru

Pemprov DKI dan PT KAI Sepakat Kelola Bersama Aset Skybridge Tanah Abang
TribunJakarta/Leo Permana
Ketua Ombudsman Jakarta Raya Teguh Nugroro (tengah), Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara (kanan) dan Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi (kiri) saat soft launching skybridge atau jembatan penyeberangan multiguna di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Suci Febriastuti

TRIBUNJAKARTA.COM, KUNINGAN - Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho menegaskan tidak ada masalah saling klaim aset Jalan Jatibaru Raya Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, diberitakan antara pemerintah provinsi atau Pemprov DKI Jakarta dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) saling klaim lahan yang digunakan untuk pembangunan jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang.

"Sengketa antara pemprov DKI dan PT KAI, menurut saya itu tidak tepat. Kedua belah pihak saling mendukung untuk pemanfaatan skybridge itu," kata Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho di kantor Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/11/2018).

Dalam kesempatan yang sama, PT KAI juga membantah kabar bahwa pihaknya meminta Pemprov DKI membayar sejumlah uang karena membangun skybridge di atas aset PT KAI.

"Jadi hal-hal yang besar di media tidak ada. Seperti halnya masalah aset itu tidak ada. Fokus kami terkait dengan masalah keselamatan, keamanan, dan pelayanan para penumpang," sambung Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta, R Dadan Rudiansyah.

Selain itu, Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan juga mengatakan selalu melibatkan PT KAI dalam pembangunan skybridge Tanah Abang.

"Tidak ada sengketa dengan PT KAI. Jadi dari awal seperti yang kita sampaikan, PT KAI sudah kita libatkan dalam perencanaan skybrdige ini," kata Yoory.

"Tujuan utama membangun skybridge ini adalah untuk mempermudah pejalan kaki baik dari atau menuju stasiun. PT KAI memberikan masukan kepada kami hal-hal yang memang perlu ditambahkan dan diperhatikan seperti fasilitas sosial dan pengamanan," lanjutnya.

Skybridge Tanah Abang Ditergetkan Rampung 23 November 2018

PT KAI Bantah Minta Bayaran dan Aksi Klaim Aset dengan Pemprov DKI Jakarta

Polemik Klaim Lagu Karna Su Sayang Selesai, Ismail Abinting Minta Maaf, Sebut Tak Dapat Royalti

Mengulangi kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Yoory menyebut, Jalan Jatibaru Raya adalah aset milik negara.

"Kalau kata Pak Gubernur bisa dikatakan ini (Jalan Jatibaru Raya) adalah tanah milik Indonesia," kata Yoory.

Skybridge dipastikan rampung 23 November 2018 mendatang, namun para pedagang kaki lima (PKL) belum bisa memanfaatan fasilitas skybridge.

PD Saranan Jaya dan PT KAI masih akan melakukan simulasi terkait arus penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) yang mencapai lebih dari 100 ribu penumpang setiap harinya.

Penulis: Suci Febriastuti
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved