Selad Solo, Bistik Tradisional yang Wajib Dicicipi di Dapur Solo

Bagi sebagian masyarakat Jawa Tengah khususnya Solo, hidangan selad Solo mungkin tak asing lagi di telinga.

Selad Solo, Bistik Tradisional yang Wajib Dicicipi di Dapur Solo
TribunJakarta/Anisa Kurniasih
Sajian menu selad Solo di restoran Dapur Solo 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Anisa Kurniasih

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Bagi sebagian masyarakat Jawa Tengah khususnya Solo, hidangan selad Solo mungkin tak asing lagi di telinga.

Namun bagi kamu warga Jakarta, sajian menyerupai bistik ini menjadi menu yang wajib dicoba saat mampir ke restoran Dapur Solo khususnya di cabang Panglima Polim, Jalan Panglima Polim IX nomor 25 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sajian menu yang berkelas dari potongan daging yang dibumbui rempah khas dengan siraman kuah manis ini hanya dibanderol seharga Rp 38 ribu.

Selain daging, ada juga sayuran rebus yang disajikan untuk tiap porsinya seperti buncis, potongan wortel, daun selada, tomat, kentang serta acar dari timun dan bawang.

Ada juga tambahan sepotong telur kecap juga kentang goreng crispi yang menjadikan menu ini sangat bervariasi dan kaya warna.

Potongan daging di selad Solo ini memliki tekstur yang empuk sehingga sangat mudah untuk disantap.

Nasi Kuning Langgi Spesial, Santapan yang Wajib Dicicipi saat ke Dapur Solo

Rindu Santapan Nusantara? Restoran Dapur Solo di Panglima Polim Bisa Jadi Pilihan

Selain santapan yang lezat ala menu Nusantara, yang tak kalah menarik ialah suasana resto Dapur Solo yang hangat dengan interior beraksen batik mulai dari lampu hias dinding dan tirai.

"Dapur Solo ini memang berkiblat pada masakan Jawa khususnya Solo sesuai dengan daerah asal sang founder, namun diluar itu kami juga memberi variasi menu dengan menghadirkan makanan Nusantara dari daerah lain," ujar Heru Susanto selaku Supervisor Dapur Solo cabang Panglima Polim, Sabtu (10/11/2018).

Heru juga mengatakan bahwa biasanya para pengunjung yang datang adalah mereka yang ingin bernostalgia dengan masakan dan suasana khas Jawa.

Penulis: Anisa Kurniasih
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved